Headlines
Loading...
Bunga-Bunga Ramadhan : Dua Cahaya Kembar (bag-4)

Bunga-Bunga Ramadhan : Dua Cahaya Kembar (bag-4)


Sesungguhnya Aku memberi dua cahaya kepada umat Muhammad (SAW), kedua-duanya akan menerangi dua kegelapan”.


ARRAHMAH.CO.ID -Televisi swasta luar negeri baru ini melaporkan sebuah event luar biasa di Abu Dhabi pada bulan Ramadhan, yaitu hidangan ifthar atau takjil yang luar biasa besar, super- big Ifthar! Tiap hari Grand Mosque Abu Dhabi menyediakan banquet paket buka puasa untuk 30.000-an orang selama Ramadhan. Satu paket berisi : nasi biriyani sebagai asupan karbo, Salamah sejenih kudapan khas Abu Dhabi, sayuran, buah apel, lalu yogurt atau laban, jus buah, lengkap dengan air mineral. Hidangan ini menghabiskan 7000 kg beras, 10.000 kg ayam, 7000 kg sayur mayur, 6000 kg daging kambing muda. Yang dimasak oleh 350 koki dan 160 peramusaji, 450 staf pelayan. Setiap tahunnya, sekitar 5,5 juta pengunjung dari berbagai belahan dunia tertarik mengunjungi Grand Mosque ini. Masjid menjadi magnet sepesial bagi Musliam terutama yang berpuasa. Hanya di bulan Ramadhan akan dijumpai pemandangan Masjid begitu makmur, ramai dengan orang beribadah dan melakukan tilawah serta ngaji. Sesiapapun yang ingin mempedalami Islam dan wangi syiar Ramadhan datangilah masjid-masjid.

Dalam kitab Mutiara Para Pemberi Nasehat, Syaikh Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy Syakir Al Khoubawi, dengan mengutip dari “Durratul Wa’idhin”, mengisahkan ulang dialog Nabi Musa a.s. dengan Allah SWT tentang keutamaan Ramadhan dan Al Quran yang diturunkan di bulan suci itu. Musa memang salah satu nabi yang bisa berdialog langsung dengan Allah, sehingga ia disebut juga “Kalimullah”. Begini kisahnya;

Allah berkata kepada Musa: “Sesungguhnya Aku memberi dua cahaya kepada umat Muhammad (SAW), kedua-duanya akan menerangi dua kegelapan”. Maka berkata Musa: “Apa dua cahaya itu, ya Rabb?”

“Dua cahaya itu adalah Cahaya Ramadhan dan Cahaya Al Quran”, demikian jawab Allah kepada Nabi Musa a.s. Lalu Musa bertanya lagi; “Dan, apa dua kegelapan itu, Ya Rabb?” Allah berkata: “Dua kegelapan itu ialah kegelapan (alam) Qubur dan kegelapan Hari Kiamat.”

Rupanya Ramadhan dan Al Quran yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW diturunkan di bulan Ramadhan merupakan dua cahaya kembar yang saling bungkus-membungkus (melengkapi) menjadi anugrah utama bagi ummat Nabi Muhammad SAW. Sudah banyak hadis yang diriwayatkan menyebutkan bahwa siapa yang dawam (terus-menerus) membaca Al Quran maka ia kelak akan menjadi cahaya penerang di alam Qubur. Kuburan itu gelap, bukan karena memang di kuburan, terutama perkuburan umum yang rada angker (hihi), tidak ada lampu atau alat penerang. Tapi memang di alam Qubur sendiri gelap, secara lahir pun. Karena itu beruntunglah sesiapa yang mendawamkan tilawatil Quran apalagi di Bulan Ramadhan.

Hanya di Bulan Ramadhan juga, muncul kesempatan dan moment “mewah”, Al Quran dibaca dan diresapi secara bersama-sama. Di kampung-kampung ini disebut tadarus, atau bahasa awamnya darusan. Al Quran dikumandangkan mulai dari Masjid sampai langgar atau mushalla.  Biasanya dilakukan bakda tarawih. Gambaran ini dapat dijumpai di perdesaan Jawa Timur, tapal kuda. Jika Anda kebetulan melakukan perjalanan malam, pas bakda Isya’ atau Tarawih, dari Surabaya hingga Banyuwangi Anda akan diperdengarkan lantunan tilawah secara live dari masjid-masjid dan langgar di sepanjang jalan. Tetapi di tempat lain, misalnya di Garut atau Jawa Barat umumnya, Al Quran kadang ditilawahkan menjelang berbuka puasa, sambil ngabuburit kira begitulah. Di tempat lain dibaca saat jelang Imsak hingga adzan Subuh.

Namun, yang sungguh menarik ialah ketika Ramadhan nanti di hari kiamat menjadi cahaya penerang bagi umat Nabi SAW. Terbayang kiamat itu ternyata gelap gulita, petheng dedhet. Saat Kiamat pun, kelak, Ramadhan akan datang dengan rupa yang menawan—sebagaimana digambarkan dalam kitab Mutiara Para Pemberi Nasehat ini. Ramadhan akan datang dengan wujud terbaik, indah, menawan lalu bersujud di hadapan Allah, kelak di Hari Kiamat. Lalu Allah berkata kepadanya, Mintalah apa yang menjadi hajatmu dan gamitlah tangan orang yang telah tahu akan hak mu (Ramadhan ber-Haq dipuasai, artinya puasa itu wajib di bulan Ramadhan) [Baca: Asal-Muasal Wajib Puasa di Bag. 1 dan umat sebelumnya menerima perintah puasa Ramadhan di Bag. 2].

Lalu Ramadhan berputar berkeliling mencari orang yang berhak. Maka dia mengambil tangan orang yang telah tahu akan hak ramadhan darinya (mereka yang berpuasa di bulan Ramadhan), dan dia berhenti di hadapan Allah SWT. Lalu Allah bertanya kepada Ramadhan, “Apa yang kamu inginkan?”  Ramadhan berkata, “Aku ingin Engkau memahkotainya dengan Mahkota kemuliaan (Al Waqar)”. Maka lalu Allah memahkotainya dengan seribu mahkota kemuliaan. Dan ia memberi syafaat kepada 70.000 para pendosa berat. Allah kemudian mengawinkannya dengan seribu bidadari yang mana  setiap bidadari memiliki 70.000 sifat kemolekan. Kemudian Allah menaikkan orang yang tahu akan hak Ramadhan itu ke atas Bouraq, tunggangan terbaik Surga.

Lalu Allah bertanya lagi kepada Ramadah, “Apa yang kamu inginkan lagi?”

“Aku ingin Engkau menurunkannya bersama bidadari itu ke hadapan Nabi –Mu (Nabi Muhammad SAW),” jawab Ramadhan. Maka orang itu diturunkan di surga Firdaus (Surganya nabi-nabi dan para rasul). Lalu Allah bertanya kesekian kalinya, “Apalagi yang kau inginkan, Ramadhan?” “Engkau telah melimpahkan dan berkenan memberi hajatku, duhai Tuhanku. Lalu dimana lagi kemurahan-hati Mu?” kata Ramadhan. Lalu Allah memberinya seratus kota yang terbuat dari permata Yaqut berkilauan kemerah-merahan dan permata Zabarjadah yang memukau kehijau-hijaun dan di  dalam setiap kota itu dibangunkan seribu gedung istana. (besambung) []


*) Alumnus PPs Kyai Syarifuddin, Lumajang Jawa Timur.

0 Comments:

Cloud Hosting Indonesia