Headlines
Loading...
Awas Penipuan Berkedok Sedekah untuk Pembangunan Pesantren

Awas Penipuan Berkedok Sedekah untuk Pembangunan Pesantren

Awas Penipuan Berkedok Sedekah untuk Pembangunan Pesantren

ARRAHMAH.CO.ID -
Modus penipuan online makin merajalela. Banyka modus penipuan online dilancarkan. Dulu pernah ramai modus "Mama/Papa Minta Pulsa". Adapula modus transfer bayar kontrakan dengan target diminta menghubungi kontak yang sebutkan dalam SMS atau WA. Modus penipuan undian juga masih terus muncul. Dan yang terbaru penipuan online dengan modus salah transfer untuk sedekah untuk pembangunan pesantren.

Hal ini seperti diungkap pengasuh pesantren Fatahillah, Bekasi, KH. Iftah Siddiq, Senin, (22/03/2021). Menurut penuturan Kiai Iftah, dia mendapatkan pesan singkat di WA, ada seseorang yang mengirimkan sedekah untuk pembangunan pesantren Fatahillah. Seperti diketahui, Pesantren Fatahillah memang tengah menghimpun dana wakaf melalui uang untuk pembangunan lokal pesantren. Mendapat kabar ada orang mau sedekah, dengan senang hati Kiai Iftah menanggapi. Kiai Iftah melalui pesan singkat dikabari orang yang bilang mau sedekah itu, bahwa uang sedekahnya telah ditransfer sebanyak 7 juta. Berikutnya, penipu ini bilang, ternyata salah transfer, mustinya transfernya hanya 4 juta, yang 3 juta untuk pesantren lain. Berikut penuturan Kiai Iftah atas modus penipuan yang hampir menjerat dirinya;
"Pagi ini, jam 6an, saya dapat pesan WA dari nomor asing yg mengkonfirmasi apakah benar saya pengurus PP Fatahillah. Setelah saya jawab, lalu ia pun minta nomor rekening karena ingin menyampaikan titipan shadaqah dari atasannya untuk pesantren. 
Saya pun lalu memberikan nomor rekening pembangunan. Tak lama ia kembali mengirimkan pesan dan skrinsut bukti transferan sebesar 7 juta rupiah. Saya sih lempeng aja, mengucap terimakasih. 
Anehnya, tak lama ia mengirimkan pesan lagi, katanya ada yg salah. Seharusnya shadaqah itu dibagi dua, 4 juta untuk PP Fatahillah, dan 3 juta untuk pesantren Miftahul Huda (entah di mana). Ia minta bantuan agar saya menransfer yg kelebihan 3 juta tsb ke nomer rekening salah satu Ustadz yg tercantum dalam flyer PP Miftahul Huda tersebut. 
Awalnya saya bermaksud langsung memenuhi permintaan tersebut. Dalam hati saya setelah ia berinfaq ke pesantren kami, apa salahnya kami juga menyegerakan diri membantunya. 
Karena rekening Pesantren belum internet banking, saya minta tolong istri untuk memakan Internet Banking pribadinya dulu untuk nalangi. 
Ketika istri sedang mengetik transaksi transfer ke rekening yg diminta, perasaan saya mendadak tidak enak... Akhirnya saya stop. "Berhenti Bun, kita cek aja dulu ke bank, minta rekening koran... Bener gak ada transferan 7 juta ini.. feelingku gak enak."
Kami pun memutuskan ke Bank terdekat. Sebelum ke CS, kami cek saldo dulu di ATM.. jumlahnya 7 jutaan... Kata istri, kayaknya terakhir masih ada sisa pembayaran tagihan pembangunan deh 1-2 juta, jadi gak mungkin saldonya cuma 7 juta kalo emang ada yg baru transfer 7 juta... 
Dan setelah print buku  rekening, baru terjawab... Pagi ini tidak transfer masuk sebesar tujuh juta atas nama Pak Sutris (atau Pak setres mungkin)... 
Sontak berbarengan kami mengucapkan Alhamdulillaaaaaah... Untung tadi gak buru2 transfer ke rekening yg dia minta. Sampai sekarang saya tunggu-tunggu nomer tersebut belum Menghubungi saya lagi untuk menanyakan apa saya sudah transfer atau belum, seperti wajarnya kalau orang yg salah kirim uang 
Tapi Gusti Allah maha baik.... Rejeki gak akan ketuker.. pagi ini usai insiden nyaris tertipu itu ada pesan FB Messenger dari adik kelas di pesantren dan pesan WA dari salah satu donatur pembangunan rutin Pesantren. Mereka memberi kabar bahwa masing-masing baru saja menransfer uang sebesar 2 juta rupiah untuk donasi pembangunan asrama santriwati yg masih proses finishing.
Alhamdulillah.. gak jadi dapat 4 juta dari si penipu, dapat ganti kontan dengan junlah yg sama persis... Dari orang2 yg kami sayangi.. padahal gak janjian... 
Kurang Yaqin apa coba sama Tuhanmu...??
(Iftah Sidik - 22/03/21)"

Semoga modus penipuan yang dialami Kiai Iftah Siddig ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Dan semoga kita dijauhkan dari penipuan-penipuan seperti ini. 


(Khayun Ahmad Noer) 

0 Comments:

Cloud Hosting Indonesia