7th Webinar: Teroris atau Kelompok Kekerasan Bersenjata?
Loading...

ARRAHMAH.CO.ID

Pada Hari Kamis, 16 Juli 2020 Pukul 13.00-15.00 WIB, Pusat Kajuan Radikalisme dan Deradikalisasi | PAKAR dan Ruangobrol.id akan menyelenggarakan Diskusi Online PAKAR Seri #7 dengan topik ‘Teroris atau Kelompok Kekerasan Bersenjata? (Kekerasan Berbasis Agama, Etnis dan Politik di Indonesia)’.

Pertanyaan utama yang hendak dijawab dalam diskusi kali ini adalah:

  1. Mengapa kelompok kekerasan berbasis agama (misalnya kelompok militan Islamis) dilabeli sebagai kelompok teroris sedangkan kelompok kekerasan berbasis etnis dan politik (misalnya Organisasi Papua Merdeka) hanya dilabeli sebagai kelompok kekerasan bersentaja?
  2. Haruskah pemerintah melabeli OPM kelompok teroris?

Acara ini akan dipandu oleh Rizka Pramadita, PhD (Candidate) dari University of Agder, Norway.

Loading...

Tiga narasumber yang berkompeten di bidangnya akan mengisi diskusi kali ini. Mereka adalah:

  1. Sofyan Tsauri (Mantan Napi Teroris dan Anggota Al Qaeda Asia Tenggara).
  2. Victor C Mambor (Jurnalis Senior dan Pengurus Aliansi Jurnalis Independen/AJI).
  3. Robi Sugara (Pengamat Politik dan Keamanan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).

Ust. Sofyan Tsauri merupakan mantan anggota Al Qaeda Asia Tenggara dan Mantan Napi Teroris. Beliau pernah dipenjara karena terlibat menjual senjata kepada kelompok teroris Tandzim Al Qaeda Serambi Mekkah pimpinan Ust Abu Bakar Baasyir tahun 2010. Saat ini beliau aktif membantu program deradikalisasi yang dijalankan oleh Polri dan BNPT.

Pada webinar kali ini, Ust. Sofyan akan menyampaikan pertanyaan publik (khususnya kalangan militan Islamis) terkait posisi kelompok militan Islamis vs kelompok separatis, dalam hal ini OPM. Mengapa kelompok militan Islamis dilabeli teroris sedangkan OPM hanya dilabeli kelompok kekerasan bersenjata (KKB) dan separatis padahal aksi kekerasan OPM juga tidak kalah sadisnya dengan aksi kekerasan kelompok militan Islamis? Adilkah ini?

Victor C Mambor adalah seorang jurnalis asal Papua. Tokoh papua yang akrab disapa Victor ini sudah menjadi wartawan sejak tahun 1996. Waktu itu Pak Victor sudah menggeluti dunia jurnalistik dan menjadi penulis di Koran Online dan Cetak Pikiran Rakyat, Bandung.

Saat ini Pak Victor merupakan Pimpinan Redaksi (Pimred) koran online dan cetak Tabloid JUBI. Beliau juga bekerja untuk beberapa media terkemuka di Indonesia, Pasifik dan dunia seperti The Jakarta Post, Radio Selandia Baru, Benar News, The Guardian, AlJazeera dan ABC TV. Artikel-artikel yang ditulisnya menjadi referensi bagi mereka yang tertarik dengan masalah Papua, mulai dari aktivis, LSM hingga negara-negara yang selama ini memperhatikan perkembangan Papua.

Selain itu, Pak Victor juga menjabat sebagai ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) wilayah Jayapura.

Pada diskusi kali ini, Pak Victor akan menyampaikan pandangannya mengapa OPM tidak layak disebut sebagai kelompok teroris.

Robi Sugara merupakan seorang dosen jurusan hubungan internasional di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Alumni RSIS, Nanyang Technological University (Singapore) ini juga merupakan seorang peneliti dan pengamat politik dan keamanan berpengalaman.

Guna melengkapi paparan Ust. Sofyan dan Victor C Mambor, Robi Sugara akan menyampaikan pembahasan dari sisi akademis terkait siapa itu teroris dan siapa itu separatis/kelompok kekerasan bersenjata.

Ketiga narasumber juga akan menawarkan rekomendasi kepada pemerintah dan masyarakat terkait cara yang benar dalam menyikapi persoalan aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok militan Islamis dan kelompok separatis di Indonesia.

Bagi yang berminat dapat mendaftkan diri melalui WA dengan cara mengirim pesan: #Nama#Lembaga#Negara/Provinsi#Email# ke nomor HP 0851-5721-2147.

Peserta webinar ini akan memperoleh e-sertifikat.

 

 

Artikel Ini Telah Dimuat: Radicalism Studies

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.