Abu Nawas dan Karpet di Bawah Bokongnya
Loading...

ARRAHMAH.CO.ID

Kisah Abu Nawas berhasil memantati Baginda Raja merupakan salah satu yang populer di antara beberapa kecerdikan lainnya. Sebetulnya kisah tersebut menjelaskan bahwa Abu Nawas tidak secara sengaja mau melakukan tindakan yang mempunyai konsekuensi hukuman pancung itu.

Namun, tantangan tersebut muncul ketika dirinya sedang meminum kopi di sebuah warung. Sahabat-sahabat Abu Nawas menantang dirinya untuk memantati Raja karena selama ini belum ada yang berani melakukan itu.

Jika berhasil melakukan hal tersebut, Abu Nawas akan dihadiahi 100 keping emas oleh sahabat-sahabatnya itu. Tentu saja Abu Nawas menerima tantangan tersebut meskipun ia sendiri tidak yakin akan berhasil.

Loading...

Minggu depan Baginda Raja Harun Al-Rasyid akan mengadakan jamuan kenegaraan. Para menteri, pegawai istana, dan orang-orang dekat Baginda diundang, termasuk Abu Nawas.

Seusai menyampaikan pidato, Baginda Raja melihat Abu Nawas duduk sendirian di tempat yang tidak ada karpetnya. Karena merasa heran Baginda bertanya, “Mengapa engkau tidak duduk di atas karpet?”

Baginda Raja sekuat tenaga membujuk Abu Nawas untuk duduk di karpet. Namun, Abu Nawas menjelaskan bahwa dirinya sudah duduk di karpet.

Tentu saja Raja tidak percaya karena tidak ada karpet secuil pun yang diduduki oleh Abu Nawas. Raja melihat Abu Nawas hanya duduk di lantai.

“Karpet yang mana yang engkau maksudkan wahai Abu Nawas, saya dari tadi tidak melihat engkau duduk di karpet?” tutur Baginda masih bingung.

“Baiklah Baginda yang mulia, kalau memang ingin tahu, maka dengan senang hati hamba akan menunjukkan kepada Paduka yang mulia,” kata Abu Nawas sambil beringsut-ringsut ke depan.

Setelah cukup dekat dengan Baginda, Abu Nawas berdiri kemudian menungging menunjukkan potongan karpet yang ditempelkan di bagian pantatnya. Abu Nawas kini seolah-olah memantati Baginda Raja Harun Al-Rasyid.

Melihat ada sepotong karpet menempel di pantat Abu Nawas, Baginda Raja tak bisa membendung tawa sehingga beliau terpingkal-pingkal diikuti oleh para undangan.

Sebaliknya, teman-teman Abu Nawas merasa heran, kok bisa Baginda malah tertawa saat dipantati Abu Nawas karena mestinya Raja marah.

Menyaksikan kejadian yang menggelikan itu kawan-kawannya merasa kagum. Abu Nawas memang cerdik. Akhirnya mereka harus rela melepas 100 keping uang emas untuk Abu Nawas. (Fathoni)

Artikel Ini Telah Dimuat: NU Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.