Saat Pandemi Corona, Orang Beriman Selalu Berprasangka Baik
Loading...

ARRAHMAH.CO.ID

Malang,
Bangsa Indonesia benar-benar diuji dengan situasi yang penuh ketidakpastian. Hal tersebut mengingat tengah dihadapkan dengan merebaknya virus Corona. Akibatnya, dilarang meninggalkan rumah padahal membutuhkan pemasukan untuk menutupi keperluan hidup.

Namun hal tersebut tidak berlaku bagi kalangan yang beriman. Karena apa saja yang menimpa baik itu musibah maupun nikmat, maka senantiasa dihadapi dengan berpikiran positif. Hal tersebut dibuktikan saat ini dengan adanya virus Corona. Bahwa kalangan beriman akan memiliki pandangan yang baik terkait musibah ini.

“Ada Corona (berprasangka) positif. Demikian pula kala tidak ada Corona juga (berprasangka) positif,” kata KH Marzuki Mustamar, Rabu (1/4).

Loading...

Disampaikannya bahwa kalau ada virus Corona, maka ngajinya sekarang lebih banyak di rumah. Sedangkan kalau virus pergi, maka ngajinya lebih banyak bersama masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan kiai yang juga Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur ini pada pengajian dalam jaringan (online). Kitab yang dikaji adalah Mukhtarul Ahadits an-Nabawiyah yang disusun Sayyid Ahmad al-Hasyimy.

Menurut Pengasuh Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang tersebut, semua sikap yang ditunjukkan kalangan beriman atau mukmin selalu positif alias baik. Dengan demikian, karakter orang mukmin adalah positif.

“Jika ditimpa persoalan yang menyenangkan, maka bersyukur. Kalau menerima masalah yang menyakitkan, maka akan bersabar,” terang Kiai Marzuki. Dan bersyukur maupun bersabar tersebut, ujung-ujungnya adalah menjadi kebaikan, lanjutnya.

Oleh sebab itulah, Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut mengajak semua kalangan untuk lebih membesarkan hati di tengah suasana yang kini tidak menentu. Bersabar atas sejumlah persoalan yang dihadapi dengan harapan akan menemukan jalan keluar terbaik, juga bersyukur atas nikmat yang diterima.

Lebih jauh dijelaskan bahwa sikap selalu baik yang ditunjukkan orang beriman tersebut ternyata menimbulkan kekaguman dari Nabi Muhammad SAW. “Karena Allah tidak akan memberikan takdir (kepada mukmin), kecuali baik baginya,” kata Kiai Marzuki, sapaan kesehariannya.

Pada saat yang sama, perilaku mukmin yang gemar berkeluh kesah saat ditimpa musibah turut mengherankan Rasulullah SAW. 

“Nabi Muhammad SAW heran kepada mereka yang mengaku iman namun mengeluh saat ditimpa musibah. Padahal andai orang mukmin tahu pahala yang diterima ketika sakit, maka dia akan meminta sakit hingga bertemu Allah SWT,” pungkasnya.

Pewarta: Ibnu Nawawi
Editor: Musthofa Asrori
 

Artikel Ini Telah Dimuat: NU Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.