Semangat Kemandirian Sudah Jadi Ruh NU Sejak Dulu
Loading...

ARRAHMAH.CO.ID

Jakarta,

Kemandirian tengah menjadi tema besar di lingkungan Nahdlatul Ulama. Berbagai kegiatan rencananya berasal dari partisipasi warga NU.

 

Loading...

Muktamar ke-34 NU yang akan diselenggarakan di Lampung pada 22-27 Oktober 2020 misalnya, PBNU menggalakkan kemandirian dengan mengusung program ‘Koin Muktamar’.

 

Nantinya, pembiayaan perhelatan tertinggi di tubuh NU ini berasal dari dana yang terkumpul melalui koin muktamar.

Merespons semangat kemandirian ormas yang lahir pada 31 Januari 1926 silam di Surabaya, Jawa Timur atau 16 Rajab 1344 ini, Tokoh Katolik Romo Benny Susetyo menyatakan bukan hal baru. Pasalnya, kata Romo Benny,  semangat kemandirian sudah menjadi ruh NU sejak awal organisasi ini berdiri.

“Semangat kemandarian sudah menjadi ruh NU sejak dahulu,” kata Romo Benny kepada , Selasa (27/1) melalui sambungan telepon.

Namun Romo Benny berpesan agar kekuatan kemandirian yang ada di tubuh NU ini adaptif dengan perkembangan zaman. Kemandirian dalam berwirausaha misalnya, harus dipadukan dengan kemajuan teknologi.

“Sekarang bagaimana kekuatan kemandirian dalam wirausaha dan kekuatan pesanteran di komodifikasi dengan teknologi sehingga mampu memiliki nilai tambah. Ke depan dibutuhkan bagaimana kekuatan ekonomi kultural ini dikombinasikan dengan teknologi,” terangnya.

Menurutnya, jika kemandirian ekonomi dan pemanfaat teknologi bisa dikuasi NU, maka akan semakin mengokohkan posisi organisasi sosial keagamaan terbesar di Indonesia ini sebagai pilar demokrasi.

“Ke depan NU harus memadukan kekuatan tradisi dengan teknologi supaya ruang publik diambil kembali  karena kekuatan NU dalam tradisi cukup kuat, tinggal bagaimana komodikasi dalam teknologi dan kemasan menarik,” ucapnya.

Ia menambahkan, dalam upaya mewujudkan kekuatan tersebut, perlu melibatkan generasi millenial di kalangan NU. “Ke depan NU banyak melibatkan generasi melenial (agar) menguasai teknologi untuk mempercepat proses kemandirian ekonomi,” katanya.

Pewarta: Husni Sahal

Editor: Fathoni Ahmad

Artikel Ini Telah Dimuat: NU Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.