Ditjen Pendis dan British Council Sinergi Peningkatan Mutu Madrasah
Loading...

ARRAHMAH.CO.ID

Jakarta () — Rencana untuk memperkuat penguasaan bahasa asing siswa  madrasah mulai berjalan. Untuk penguatan Bahasa Inggris, Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama menjalin kerjasama dengan British Council.

Hal ini dikatakan Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah A Umar usai menerima perwakilan dari British Council di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. “Rencana besar ini kami eksekusi, salah satunya bekerja sama dengan British Council untuk program prioritas Bahasa Inggris,” kata A. Umar di Jakarta, Rabu (15/01).

Menurutnya, pertemuan dengan British Council melahirkan kesepakatan yang akan dilakukan dalam rangka meningkatkan pembelajaran Bahasa Inggris di Madrasah. Pertama, riset pemetaan kondisi pembelajaran bahasa Inggris yang selama ini berjalan. Pemetaan diperlukan diketahui pokok persoalannya dan dapat diambil kebijakan serta afirmasi yang selaras dan tepat sasaran.

Loading...

“Ini akan jadi landasan untuk menata kurikulum misalnya atau bisa juga meningkatkan mutu gurunya, atau sebagainya,” jelas A. Umar.

Kedua, British Council siap memfasilitasi program “Theater Competition” atau kompetisi drama berbasis Bahasa Inggris. Program ini sudah diterapkan di beberapa negara dan berhasil.

“Dari situ diyakini akan banyak skill yang banyak digali, ada speaking, writing saat menulis naskah, reading. Poinnya adalah exciting, lomba tapi anak-anak senang,” sambungnya.

Hal ketiga yang akan dilakukan adalah fasilitasi online resources dari British Council untuk guru dan siswa. “Kualitas dan metodologi yang guru ajarkan akan kami fokuskan dengan training dan teknologi. Sehingga bisa menggunakan teknik yang benar. Speaking, reading, writing and how to improve, digital teknologi sangat penting,” jelas Director Education, English & Society British Council Colm Downes.

Pertemuan antara tim Ditjen Pendis dan Biritsh Council juga menyepakati metode pembelajaran yang akan diterapkan. Yakni, kombinasi antara pendekatan lokal dan tradisional, termasuk juga pendekatan digital atau teknologi.

Untuk itu, Umar ingin diterbitkan modul pembelajan Bahasa Inggris khusus untuk siswa madrasah. Di modul itulah akan dimasukkan konten lokal, konten-konten berbasis Islam, nasional, nilai-nilai moderasi beragama, dan nilai-nilai toleransi. 

Umar berharap agar kerja sama ini menjadi solusi penguatan kompetensi Bahasa Inggris sebagai bekal siswa madrasah dalam bersaing di kancah global. Tidak hanya Bahasa Inggris, penguatan bahasa asing lainnya adalah Bahasa Arab, Mandarin, dan lainnya. Selain mahir dalam komunikasi, kemampuan berbahasa asing itu juga diharapkan menjadi bekal lulusan madrasah saat akan kuliahdi luar negeri.

Artikel Ini Telah Dimuat: Kemenag.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.