Terbang Genduk dan Pencak Silat Jangkah Telu Diusulkan Jadi Warisan Budaya
Loading...

ARRAHMAH.CO.ID

Pekalongan,

Pengurus Cabang Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah tengah berupaya mengusulkan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) milik Desa Karanganyar Kecamatan Tirto untuk diakui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. 

 

Loading...

Setelah Sintren, Lesbumi NU Kabupaten Pekalongan mengusulkan Terbang Genduk dan Pencak Silat Jangkah Telu dari Sanggar Al-Muqaddam Desa Karanganyar Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan. Hal ini dilakukan untuk memperkuat upaya pelestarian warisan budaya tak benda di Kabupaten Pekalongan.

 

Pengurus Divisi Pengembangan Warisan Budaya, Arkeologi dan Sejarah Nusantara Lesbumi NU Kabupaten Pekalongan, M Ifyani mengatakan, dirinya terus mengumpulkan berbagai warisan budaya tak benda milik kabupaten Pekalongan sebagai upaya perlindungan kebudayaan. 

 

“Saat ini Pemerintah Kabupaten Pekalongan baru Seni Tradisional Sintren yang diakui sebagai warisan budaya tak benda dari berbagai ekspresi seni dan budaya yang dimiliki Kabupaten Pekalongan,” jelasnya kepada , Senin (13/1).

 

Ifyani mengatakan, warisan budaya tak benda merupakan bagian dari identitas kabupaten Pekalongan yang perlu dilestarikan. Warisan budaya tak benda juga menjadi bagian dari kepribadian dan budaya daerah.

 

“Untuk semakin menguatkannya, setiap tahunnya satu persatu yang telah dinventarisasi lalu ditetapkan diusulkan ke Kemendikbud untuk mendapat pengakuan Nasional,” ungkapnya.

 

Dikatakan, saat ini baru Sintren warisan budaya tak benda Kabupaten Pekalongan yang sudah diakui Kemendikbud “Kami melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait warisan budaya tak benda yang telah ditetapkan,” imbuhnya.

Ifyani melanjutkan bahwa tentang warisan budaya untuk kita jaga agar generasi muda tidak kehilangan budaya dan kearifan lokalnya.

 

Wakil Ketua PC Lesbumi Kabupaten Pekalongan Suryono menambahkan, banyak seni budaya sebagai wujud kearifan lokal kehilangan generasi penerus sehingga terancam punah.

 

“Kami dari Lesbumi sedang menjalin kerja sama dengan Dewan Kesenian Daerah (DKD) untuk mendata, mana kesenian yang bisa diusulkan menjadi warisan budaya tak benda. Jika perlu diusulkan ke UNESCO,” ungkapnya.

 

Sementara menurut Camat Tirto, Agus Dwi Nugroho, menyebutkan dalam rangka pelestarian seni dan  budaya  maka masyarakat perlu mempersiapkan generasi penerusnya.

 

“Jangan yang tua terus, yang muda harus belajar dengan serius,” ucapnya

.

Agus menjelaskan bahwa dana desa bisa digunakan untuk pemberdayaan seni budaya, utamanya seni tradisional. “Dana desa bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan potensi budaya,” pungkasnya.  

 

Pewarta: Abdul Muiz
Editor: Musthofa Asrori

Artikel Ini Telah Dimuat: NU Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.