Sultan Qaboos Wafat, Sepupu Dinobatkan Jadi Penguasa Baru Oman
Loading...

ARRAHMAH.CO.ID

Muscat,
Sultan Oman Qaboos bin Said al-Said meninggal dunia pada usia 79 tahun pada Jumat (10/1) petang. Sepupu sang sultan, Haitham bin Said al-Thariq ditunjuk menjadi penguasa baru Oman, menggantikan Sultan Qaboos, Sabtu (11/1). Penunjukan itu dilakukan beberapa jam setelah sang sultan dimakamkan.

Haitham sudah diambil sumpahnya di hadapan Dewan Anggota Keluarga Kerajaan. Haitham sebelumnya menjabat sebagai Menteri Warisan dan Budaya Nasional Oman. Pada 2013, Sultan Qaboos menunjuk Haitham untuk memimpin komite utama yang bertanggung jawab atas pengembangan Oman. 

Dalam pidatonya pertamanya sebagai sultan, Haitham berjanji akan meneruskan kebijakan Sultan Qaboos, yaitu tidak memihak dan mencampuri urusan negara lain. Kebijakan itulah yang membuat Oman dianggap menjadi mediator penting di kawasan Timur Tengah. 

Loading...

“Kami akan mengikuti jalan almarhum sultan,” kata Haitham, seperti dikutip AFP, Sabtu (11/1).

 Sebagaimana diketahui, Sultan Qaboos merupakan pemimpin Arab terlama. Dia memimpin Oman selama lima dekade. Di bawah pemerintahannya, Oman memainkan peran kunci dalam mediasi dan diplomasi di Timur Tengah. Mengingat kebijakannya yang tidak mau mencampuri urusan negeri lain dan menjaga netralitas.

 

Sultan Qaboos juga memiliki peran penting terjalinnya hubungan baik Oman dengan negara-negara Barat. Diketahui, Oman memiliki hubungan kuat dengan Inggris.

Pada saat meninggal, Sultan Qaboos tidak memiliki anak dan saudara kandung. Oleh karenanya Konstitusi Oman meminta pihak keluarga kerajaan untuk memilih pengganti sang sultan. Maka ditunjukkan Haitham bin Said al-Thariq yang notabene nya keponakan sang sultan. 

Atas meninggalnya Sultan Qaboos, Oman mengumumkan tiga hari masa berkabung. Selain itu, bendera dikibarkan setengah tiang selama 40 hari untuk mengenang kepergian sang sultan.

Tidak diketahui apa penyebab kematian sang sultan. Namun dalam beberapa tahun terakhir, kesehatan Sultan Qaboos kurang baik sehingga dia harus dirawat dan harus tinggal di Belgia untuk menjalani perawatan pada bulan lalu.

Pewarta: Muchlishon
Editor: Fathoni Ahmad

Artikel Ini Telah Dimuat: NU Online

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.