Agar Tak Salahkan Kelompok Lain, Jamaah Perlu Diberikan Pemahaman Utuh
Loading...

ARRAHMAH.CO.ID

Depok,
Ratusan Pemuda yang tergabung dalam Komunitas Bela Negara (KBN) Kota Depok menggelar kegiatan Diskusi Kelompok Terpumpun (FGD) di Foodcourt Pondok  Labu, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (14/12) sore. Kegiatan mengangkat tema Menangkal Radikalisme dan Terorisme Melalui Nilai-nilai Pancasila. 

KBN mengundang tiga narasumber pada diskusi tersebut, antara lain Peneliti Lembaga Studi Visi Nusantara Deni Gunawan, Asisten Peneliti Puslitbang Kemenag RI Lufaefi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Depok Sidik Mulyono, dan kepala SMP TIK Mizan Harkaman. 

 

Loading...

Dalam paparannya, Kepala Dinas Kominfo Kota Depok, Sidik Mulyono, menyayangkan terhadap berbagai dinamika yang terjadi tiga tahun terakhir. Menurutnya, banyak sekali aktivitas yang menampilkan intoleransi dan radikalisasi. Hal itu dapat dibuktikan dari pernyataan kelompok tertentu ketika merespons setiap masalah-masalah kebangsaan. 

Kalangan anak muda, lanjutnya, tidak boleh lengah dan harus terus menggelorakan suasana yang sejuk sehingga mampu merekatkan persatuan sesama anak bangsa. Baik yang beragama Islam, Kristen, Hindu maupun Budha. Selain itu, isu radikalisme harus dicari akarnya supaya bisa diselesaikan dengan maksimal. 

“Menurut saya isu radikalisme itu soal pemahaman. Maka yang perlu kita cari adalah akar dari radikalisme, bukan hanya yang tampak di permukaan saja,” katanya.

Dalam tiga tahun terakhir, pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait isu yang berkembang di media sosial (medsos). Di antaranya soal narasi buruk yang muncul di medsos seperti menyalahkan kelompok lain seolah kelompoknya yang paling benar. 

Untuk itu, ia mendorong seluruh pemuka agama untuk memberikan pemahaman yang utuh kepada jamaahnya sehingga tercipta suasana yang rukun aman dan damai. 

Ditempat yang sama, tokoh masyarakat Kota Depok yang juga kepala SMP TIK Mizan, Harkaman, menjelaskan bahwa apapun alasannya radikalisme harus dilawan dari semua sudut. Tidak bisa melihat radikalisme pada sektor tertentu. Sebab, kata dia, nyatanya orang yang berpaham radikal muncul di beberapa sektor penting yang ada di negeri ini.
 

“Paling penting, radikalisme perlu kita lawan dengan kearifan lokal kita yaitu Pancasila. Pertarungan kita hari ini adalah pertarungan ideologi, antara ideologi radikal dan ideologi Pancasila,” ujarnya. 

Kontributor: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Muchlishon

Artikel Ini Telah Dimuat: NU Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.