Bukan Hasutan, Khatib Jumat Harus Sajikan Materi Khutbah yang Menyejukkan
Loading...

ARRAHMAH.CO.ID

Pesawaran,
Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung KH Abdul Syukur mengajak kepada para khatib untuk menyajikan materi khutbah Jumat yang menyejukkan, mengedepankan kerukunan, serta memperkuat persatuan dan kesatuan. Bukan khutbah yang mengarah kepada perpecahan dengan mempermasalahkan perbedaan pandang dalam agama.

 

“Khutbah Jumat harus mampu meningkatkan ketakwaan dan keimanan umat yang terpancar dari akhlakul karimah, ukhuwah dan membawa kemaslahatan umat,” katanya pada acara Pembinaan dan Pelatihan Orientasi Khatib dan Imam Se-Kabupaten Pesawaran, Lampung, Kamis (12/12).

Loading...

Pada kegiatan yang diikuti sekitar 500 imam dan khatib ini, Wakil Ketua MUI Provinsi Lampung ini mengingatkan pula bahwa posisi khutbah Jumat sangat strategis untuk memberikan pencerahan kepada umat tentang wawasan moderasi dalam beragama. Sayangnya, saat ini masih ditemukan khatib-khatib yang menyampaikan materi radikal dan mengarah kepada propaganda serta ujaran kebencian.

“Jangan kotori mimbar Jumat yang suci dengan hasutan. Mari isi khutbah kita dengan hal-hal yang menyejukkan,” ajaknya.

Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Pesawaran yang menggelar acara pelatihan dan pembinaan khatib. Hal ini bisa menjadi langkah sinergi antara ulama dan umara dalam membuat daerah Pesawaran sejuk dan kondusif.

Sementara Bupati Pesawaran H Dendi Ramadhona yang hadir pada acara tersebut mengungkapkan bahwa dengan kegiatan tersebut diharapkan para khatib memiliki persepsi yang sama tentang khutbah Jumat dan manfaatnya bagi jamaah. Pemerintah Daerah Pesawaran akan menggelar kegiatan tersebut rutin setiap tahunnya dengan harapan akan lebih baik lagi pelaksanaan dan hasilnya.

“Semoga tahun depan kita bisa mengundang semua dan acaranya lebih meningkat dan menyentuh masyarakat,” harap Bupati.

Dendi berharap kepada para khatib untuk meningkatkan syiar Islam di tengah masyarakat guna mendukung keselarasan pola-pola pembangunan berbasis keagamaan dan kearifan lokal. Dengan hal ini ia optimis Pesawaran akan lebih maju, bersatu, rukun, bersinergi.

Dengan kegiatan ini, lanjut Dendi, para khatib juga diharapkan mampu memiliki wawasan keislaman yang rahmatan lil alamin dan ramah. Juga memiliki wawasan kebangsaan dan kemasyarakatan untuk mencegah paham radikal dan intoleran.

Kegiatan ini diisi dengan pemaparan materi di antaranya oleh unsur kepolisian, MUI Lampung, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Lampung, dan akademisi dari Universitas Islam Negeri Raden Intan, Lampung. 

Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Muchlishon

Artikel Ini Telah Dimuat: NU Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.