Lakpesdam PBNU Finalisasi Buku Fikih Persaingan Usaha
Loading...

ARRAHMAH.CO.ID

Jakarta,
Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nandlatul Ulama (PBNU) mengadakan Forum Group Discussion (FGD) dengan tema Fikih Persaingan Usaha di Hotel All Seasons, Jakarta, Rabu (4/12).

 

Kegiatan yang berlangsung  selama dua hari mulai 4-5 Desember 2019 ini merupakan FGD kedua terkait finalisasi penerbitan buku tentang Fikih Persaingan Usaha. Untuk FGD yang pertama sudah dilaksanakan di Gedung PBNU, Jakarta Pusat pada Oktober 2019.

Loading...

 

Penerbitan buku ini merupakan tindak lanjut dari permintaan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang menginginkan adanya buku fikih yang menyasar ragam masalah di masyarakat muslim Indonesia, salah satunya terkait fikih persaingan usaha.

 

Ketua Lakpesdam PBNU Rumadi Ahmad menjelaskan bahwa FGD kali ini dibagi ke dalam beberapa sesi. Di sesi pertama dibahas tentang persaingan usaha ditinjau dari segi fikih, moral dan etika.

 

“Setelah itu dilanjutkan sesi kedua membicarakan problematika persaingan usaha dalam pandangan keislaman dan sifat-sifat terkait regulasi di Indonesia serta KPPU (Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha) terkait moral persaingan usaha,” jelas Rumadi.

 

Sementara Komisioner KPPU Afif menyampaikan bahwa dengan adanya fikih persaingan usaha ini akan memberikan warna ketika ada kasus perkara dibedah oleh kacamata fikih.

 

“Latar belakang penulisan dari fikih persaingan usaha ini dari kami, bagaimana caranya supaya pemikiran konsep tentang persaingan usaha sudah lama teregulasi dapat terkontekstualisasikan dan tersosialisasikan khususnya kepada umat Islam,” katanya.

 

Diharapkannya pula, fikih persaingan usaha ini dapat memberikan penjelasan tekait Undang-undang No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. UU ini diharapkan dapat membawa nilai positif bagi perkembangan iklim usaha di Indonesia, yaitu memaksa pelaku usaha untuk lebih efisien dalam mengelola usahanaya dan terciptanya pasar yang tidak terdistorsi.

 

Adapun peserta FGD ini meliputi perwakilan dari akademisi dan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU).

 

Kontributor: Arip Suprasetio
Editor: Muhammad Faizin

Artikel Ini Telah Dimuat: NU Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.