Beranda Berita Habib Luthfi: Wayang Kulit Citra Islam Nusantara yang Humanis

Habib Luthfi: Wayang Kulit Citra Islam Nusantara yang Humanis

23
0
Hosting Unlimited Indonesia

ARRAHMAH.CO.ID –

, Islam merupakan agama yang dianut oleh mayoritas masyarakat Muslim di Nusantara. Hal ini menunjukkan suatu keberhasilan dan
kesuksesan besar dakwah Islam awal di Nusantara. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengungkap rahasia keberhasilan dakwah Islam di Nusantara. Sebagian besar peneliti
sepakat bahwa Islam masuk ke Nusantara melalui jalan damai, utamanya jalur pendekatan kultural. Wali Songo sebagai garda terdepan dalam
dakwah Islam di Nusantara, tidak jarang memadukan
budaya setempat dengan nilai-nilai keislaman.

Salah satu budaya
pertunjukan yang sampai sekarang masih eksis dan
mengandung nilai-nilai Islam adalah pagelaran wayang kulit. Kendati demikian,
sebagian masyarakat justru lambat laun mulai meninggalkan tradisi ini. Oleh
karena itu, upaya pelestarian harus
selalu digalakkan di tengah-tengah arus modernitas yang
semakin menguat, di mana arus modernitas sering mencerabut masyarakat dari akar
budayanya.

Menyikapi fenomena
masyarakat yang mulai luntur mencintai budayanya
sendiri, Rais ‘Aam Idarah Aliyah
Jam’iyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (Jatman), Habib Muhammad Luthfi bin Yahya belum lama ini mengadakan pagelaran wayang
kulit di majelis Kanzus Shalawatnya. Adapun tujuan dari acara ini, salah
satunya menurut Habib Yahya untuk melestarikan dan memupuk rasa cinta
masyarakat terhadap budaya wayang kulit, di mana dalam pertunjukan wayang kulit
memuat jati diri masyarakat tentang nilai-nilai filosofi, tasawuf, akhlak,
hingga budi pekerti. Hal ini membuktikan dakwah agama tak selalu berjalan
linier dan kaku, terbukti dengan pendekatan budaya mampu menampilkan citra
Islam yang humanis.

“Banyak generasi muda kita tidak kenal
dunia pewayangan. Padahal di situ banyak diajarkan tentang berbagai hal
termasuk masalah filosofi, tasawuf, akhlak, dan budi pekerti,” terang Habib Luthfi dalam
acara ‘Pagelaran Wayang Kulit Kebangsaan’ yang
dihelat panitia Maulidurrasul 1441 Hijriyah di Kanzus Sholawat Pekalongan, beberapa waktu lalu
dilansir dari situs nu.or.id

Hosting Unlimited Indonesia

Lebih lanjut ulama yang
dalam ceramah-ceramahnya selalu mengingatkan pentingnya cinta tanah air
tersebut, berpesan kepada para jamaah dan masyarakat umum untuk mengembalikan
lagi kejayaan wayang kulit. Hal ini mungkin cukup berasalan bahwa di tengah
arus modernitas yang serba bebas, arus hiburan masyarakat sangat jauh dari kata
mendidik. Tontonan yang bisa menjadi tuntunan semakin jarang, sehingga walaupun
tidak mudah, masyarakat utamanya generasi muda memiliki tanggungjawab moral
untuk melestarikan budaya sendiri salah satunya wayang kulit.

Wayang kulit tidak
sekadar pertunjukan budaya, melainkan media dakwah yang memiliki nilai khas
masyarakat Nusantara. “Siapa lagi kalau bukan kita yang melestarikan budaya
kaya akan makna di Bumi Pertiwi ini dan ini sekaligus nguri-uri (menjaga)
warisan Wali Songo,” pungkas ulama kharismatik asal Pekalongan tersebut.

Artikel Ini Telah Dimuat: IslamRamah.co

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.