Ini Empat Rekomendasi Forum MABIMS untuk Pengembangan Pendidikan Islam
Loading...

ARRAHMAH.CO.ID

Bintaro () — Negara yang tergabung dalam Forum MABIMS (Menteri-menteri Agama Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) mengeluarkan rekomendasi terkait pendidikan Islam. Rekomendasi ini dihasilkan usai pertemuan Forum MABIMS yang diinisiasi oleh Kementerian Agama, di Bintaro, Tangerang Selatan.  

“Ada empat rekomendasi dari pertemuan Forum MABIMS yang berlangsung sejak 27-29 November 2019 ini,” ujar Kasubdit Kerjasama dan Kelembagaan, Direktorat KSKK Madrasah Abdullah Faqih, Jumat (29/11). 

Pertama, forum MABIMS akan menyebarluaskan visi Islam Wasathiyah melalui lembaga pendidikan Islam pada masing-masing negar. Kedua, mengadakan pertemuan untuk membentuk Forum Kepala Madrasah/Pengetua Sekolah di negara MABIMS. 

Loading...

Ketiga, bertukar informasi tentang akktivitas penyelenggaraan pendidikan Islam pada negara MABIMS. Keempat, mengukuhkan kerjasama negara MABIMS melalui pertukaran pelajar/lawatan pendidikan. 

Faqih menjelaskan, forum ini merupakan salah satu bentuk implementasi rencana strategis Negara MABIMS 2017-2019. “Melalui forum ini diharapkan terjadi sharing pengalaman terkait kebijakan dan strategi penguatan Islam Wasatiyah, praktik baik model manajemen pendidikan Islam, serta diseminasi dan proyeksi atas karya-karya yang dihasilkan oleh madrasah,” tuturnya. 

Sebelumnya, para peserta Forum MABIMS ini melakukan serangkaian kegiatan. Pertama, peserta mengikuti Seminar Internasional dengan tema “Manajemen Pendidikan Madrasah Negara MABIMS”. Kedua, mereka melakukan kunjungan ke Madrasah IC Serpong, dalam rangka melihat secara langsung salah satu model pengelolaan Madrasah di Indonesia.

Ketiga, forum MABIMS melakukan sharing pengalaman model diseminasi Islam Wasathiyyah di kalangan siswa millenial di Soloraya, hasil kerjasama Pusat Kajian dan Pengembangan Pesantren Nusantara (PKPPN) dan Direktorat KSKK Madrasah RI.

“Kegiatan ini dalam rangka melatih dan mengajak para siswa madrasah millenial, sebagai Duta Islam Santun dan Toleran, untuk aktif mengkampanyekan Islam wasathiyyah melalui media online maupun offline,” tutur Wakil Direktur PKPPN Nur Kafid . 

Antusiasme peserta jelas terlihat di sini. Terlebih, ketika sesi perumusan rekomendasi bersama. Bahkan, perwakilan dari Malaysia saat ini mengaku sedang menginisiasi satu kegiatan yang akan melibatkan negara MABIMS. 

“Sekitar bulan keenam atau ketujuh, kami berencana menyelenggarakan semacam kompetisi untuk para siswa antar bangsa di Malaysia, sedang kita upayakan mengundang juga negara MABIMS sebagai pesertanya,” terang Dewan Pengarah Bahagian Pendidikan, Jabatan Kemajuan Islam, Malaysia (JAKIM) Dato Salamet bin Paigo.

Artikel Ini Telah Dimuat: Kemenag.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.