Beranda Berita Kiai Marzuqi Mustamar: Jangan Merasa Hebat Lantaran Lulusan Timur Atau Barat

Kiai Marzuqi Mustamar: Jangan Merasa Hebat Lantaran Lulusan Timur Atau Barat

12
0
Hosting Unlimited Indonesia

ARRAHMAH.CO.ID –

, Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain
ikannya. Mungkin pribahasa itulah yang tepat untuk menggambarkan bahwa
setiap negeri dan sebuah bangsa pasti memiliki adat dan budaya yang berbeda-beda. Dalam
konteks ajaran Islam, setiap negara dan wilayah pasti memiliki karakteristik
keberislamannya. Bagi mereka yang tengah belajar Islam di negeri lain, pasti
merasakan betul perbedaan-perbedaan karakteristik itu. Namun demikian, dalam
konteks Indonesia, seorang pelajar yang tengah belajar ke luar negeri jangan
sampai terjebak pada egoisme dengan meninggalkan identitas keindonesiaannya.

Tak terkecuali bagi para santri yang saat ini sudah banyak menempuh studi di Timur Tengah maupun di
Barat,
juga jangan sampai meninggalkan budaya khas Nusantara. Bekal ilmu yang didapat dari hasil studi di negara Timur
Tengah dan Barat harus bisa diinternalisasikan dengan budaya Nusantara, artinya
walaupun mendapatkan ilmu dari tempat yang berbeda, namun jangan sampai adat
ketimuran ditinggalkan.

Menurut seorang santri yang dulu pernah mengeyam
pendidikan di Timur Tengah dan saat ini menjadi Ketua Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU)
Jawa Timur,
yakni KH Marzuqi Mustamar, santri
yang tengah belajar di luar negeri, baik di Timur Tengah maupun di Barat
hendaknya tidak meninggalkan identitas dan budaya kesantriannya. Menurut Kiai Marzuqi, tidak semua budaya Arab dan Barat cocok
diterapkan di Indonesia karena Indonesia sendiri sudah memiliki budaya
adiluhung yang sangat dijunjung masyarakatnya.
Sebagai lahan dakwah, seorang santri harus memahami kultur dan adat istiadat
masyarakatnya.
“Mas,
di sini Jawa, bukan Arab,” kata Kiai Marzuqi saat menyampaikan pengajian rutin di mushalla PWNU Jawa Timur
belum lama ini.

Lebih lanjut Kiai Marzuqi menyoroti tentang perilaku sebagian
orang yang kadang tidak sesuai dengan budaya Nusantara, bahkan
perilaku tersebut condong ke perilaku sombong karena ingin memperlihatkan
strata tingkat keilmuannya melalui pakaian yang dipakainya. Padahal kealiman
seseorang tidak diukur melalui pakaiannya akan tetapi sejauh mana pengetahuan
agamanya.
“Belajar di Arab maupun Barat bukan berarti harus
berpenampilan dan berperilaku layaknya orang Arab dan Barat,” tandasnya.

Hosting Unlimited Indonesia

Ulama yang menjadi pengasuh Pondok Pesantren
Sabilurrosyad Malang ini juga menambahkan bahwa tidak elok sebagai seorang
santri yang pernah menuntut ilmu di luar lantas menyalahkan ulama yang
notabenenya jasa terhadap bangsa dan agama sangatlah besar. Jelas pemahaman
tentang penguasaan referensi kitab kitab rujukan haruslah dipadu padankan
dengan pemahaman tentang budaya maupun adat istiadat setempat karena budaya dan
agama adalah komponen yang tidak bisa dipisahkan.

“Jangan kemudian merasa hebat lantaran lulusan Arab atau
Barat, lantas menyalahkan para pendahulu yang kontribusinya sangat jelas untuk
dakwah Islam dan menjaga bangsa,” pungkas Kiai Marzuqi

Artikel Ini Telah Dimuat: IslamRamah.co

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.