Beranda Berita Habib Luthfi: Seorang Guru Amat Mulia

Habib Luthfi: Seorang Guru Amat Mulia

2
0
Hosting Unlimited Indonesia

ARRAHMAH.CO.ID –

, Salah satu kewajiban seorang Muslim adalah menebar kebaikan dan mencegah
kemungkaran (amar makruf nahi
mungkar
). Namun dalam
praktiknya, amar makruf nahi mungkar yang dipahami oleh sebagian masyarakat
hanya terbatas dalam perilaku  berdakwah
di mimbar dan menutup kedai minuman keras, serta menutup tempat yang dianggap
sarang maksiat. Walaupun anggapan itu tidak serta merta salah, namun jangan
sampai terjadi penyempitan makna, karena guru ngaji yang mengajarkan shalat dan
baca Alquran pun termasuk dalam kategori amar makruf nahi mungkar.

Menurut ulama kharismatik asal Pekalongan, Jawa Tengah Habib Luthfi bin
Yahya, keberadaan dan jasa seorang guru ngaji tidak boleh disepelekan. Jasa
guru ngaji sangatlah besar karena  merekalah yang pertama-tama
mengajarkan kepada para santri bagaimana tata cara shalat maupun  membaca Alquran. Sehingga Habib Luthfi
beranggapan, menjadi guru ngaji termasuk dalam menjalankan amar makruf nahi
mungkar.

“Sejatinya orang yang amar makruf nahi mungkar yang
sesungguhnya adalah mereka para guru ngaji di mushala-mushala, guru madrasah di
kampung-kampung yang mengajarkan pendidikan salat,” ujar Habib Luthfi
dalam sebuah ceramahnya yang diunggah di Youtube.

Ulama yang menjadi pimpinan Majelis Kanzus Shalawat itu berpendapat, dalam Al-Quran
Allah SWT menyebutkan bahwa shalat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar
sehingga dapat dipahami jika seorang yang mengajarkan shalat, sudah barang
tentu ikut andil dalam beramar makruf nahi 
mungkar
. Lagi-lagi kedudukan seorang yang menjadi guru ngaji
sangatlah mulia, karena ditangan merekalah santri-santri kampung mengenal
dasar-dasar agama.

Hosting Unlimited Indonesia

“Allah berfirman, Inna sholata tanha ‘anil fahsai wal munkar Jadi merekalah orang-orang yang
mengajarkan salat yang menegakkan amar makruf nahi munkar yang sesungguhnya,”

Oleh karena itu, pesan ulama yang menjadi mursyid Jam’iyyah Ahlit Thariqah
Mu’tabarah an Nadhliyyah (JATMAN) tersebut, jangan sampai menyepelekan posisi
guru ngaji yang telah mengajarkan kita di waktu kecil, boleh jadi kita sekarang
sudah tinggi ilmu dan kedudukan, namun jika sampai kita merendahkan guru ngaji,
maka hidup akan menjadi tidak berkah, karena dari guru ngaji lah, sumber
pemahaman agama kita dapatkan.

“Janganlah sombong kepada mereka atau bahkan meremehkan mereka karena
ilmu mereka biasa-biasa saja, karena apa yang kalian peroleh pada hari ini
bersumber dari mereka.” Pungkas Habib Luthfi.

Artikel Ini Telah Dimuat: IslamRamah.co

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.