Beranda Berita Gus Mis: Pancasila Adalah Konsep Khilafah Ala Indonesia

Gus Mis: Pancasila Adalah Konsep Khilafah Ala Indonesia

29
0
Hosting Unlimited Indonesia

ARRAHMAH.CO.ID –

, Di
tengah manumpuknya masalah-masalah yang mendera bangsa Indonesia,
seperti persoalan politik, ekonomi, hingga kebudayaan, ideologi khilafah masuk
ke Indonesia bahkan mulai menemukan tempat di hati sebagian masyarakat. Karena kurangnya referensi dan pemahaman agama
yang kuat, sebagian masyarakat tersebut mempercayai bahwa
khilafah adalah jawaban dari segala masalah yang dihadapi bangsa ini.

Padahal jika dikaji
secara mendalam, pemahaman ini tidaklah tepat. Pasalnya, tampuk
kepemimpinan pasca Rasulullah dan para
sahabat adalah dinasti politik semata. Dalam rentang
kekuasaan yang dianggap tanpa cela tersebut, terpampang nyata huru-hura
perebutan kekuasaan, saling membunuh antar saudara demi mendapatkan kekuasaan
seakan-akan sudah menjadi hal yang wajar. Bercermin dari kisah tersebut, rasanya
terlalu aneh jika menganggap konsep khilafah itu bisa diimplementasikan di masa
sekarang.

Menurut pengamat The Middle East Institute Jakarta, Zuhairi Misrawi atau akrab disapa Gus
Mis, khilafah sebagai produk sejarah harus dimaknai secara objektif. Dalam
perjalanan kekhilafahan Islam ternyata banyak masalah, utamanya dalam hal
suksesi kepemimpinan. Siapa yang menjadi pemenang dalam suksesi tersebut, dia
dianggap sebagai khalifah yang sah. Hal ini menurut Gus Mis, mengindikasikan
bahwa khilafah hanya sekadar pertarungan kekuasaan biasa, bukan sebagai contoh
ideal pemerintahan, apalagi dengan tafsir dan cara pandang sejarah ditulis oleh
pemenang, menjadikan khalifah adalah produk sejarah pada zamannya, bukan
cerminan pemerintahan Islam.

“Saripatinya, khilafah
adalah cara pandang, tafsir, dan pertarungan kekuasaan komunitas/kelompok dalam
setiap zamannya. Siapa yang berhasil memenangkan tafsir dan kekuasaan, kelompok
itu yang akan mengklaim sebagai khilafah. Istimewanya, tafsir
khilafah ini sangat beragam, tidak hanya dipolarisasi dalam komunitas Sunni.
Dalam komunitas Sunni pun beragam pemaknaan, sebagaimana juga dalam tradisi
Ahlul Bait. Pada akhirnya klaim khilafah tidak hanya ditentukan oleh klaim
teologis dan musyawarah mufakat, melainkan oleh pedang dan kekuasaan,” ungkap Gus Mis dalam akun instagram pribadinya.

Hosting Unlimited Indonesia

Lebih lanjut  Direktur Moderate Muslim Society tersebut
berpendapat, para pengusung khilafah di Indonesia yang dimotori oleh Hizbut
Tahrir tidaklah mencerminkan khilafah yang sejati, bahkan jika ingin dipaksakan
akan terjadi keributan dan kegaduhan di tengah masyarakat Indonesia yang sudah
mempunyai konsep ketatanegaraannya sendiri. Konsep khilafah yang ditawarkan
oleh Hizbut Tahrir yang hendak melanjutkan kekhalifahan Islam di Turki malah
akan membawa lagi konflik berdarah yang dulu diwariskan dari zaman Muawiyah.

Sehingga menurut
Gus Mis, masyarakat Indonesia sudah saatnya mempunyai pandangan yang luas
mengenai konsep khilafah atau kepemimpinan.
Jika ditelisik lebi jauh lagi di zaman Rasulullah, ada Piagam Madinah yang inti dari semua itu  adalah semua pemeluk agama wajib menghormati pemeluk agama lainnya dan dapat hidup berdampingan, itulah yang dinamakan kalimatun sawa  yang di Indonesia dinamakan Pancasila. Intinya, Indonesia sudah berkhilafah, tapi bukan khilafah ala Hizbut Tahrir.

“Maka
dari itu, menjadikan wacana khilafah secara monolitik ala Hizbut Tahrir
merupakan wacana ahistoris, bahkan cenderung menjadi “pemaksaan
teologis”. Kita tidak ingin kembali pada sejarah masa lalu yang penuh
darah itu dengan mengatasnamakan khilafah. Kita umat Islam harus
membangun wacana “khilafah” yang merupakan refleksi dari kebhinnekaan
warganya. Pancasila merupakan konsep khilafah ala Indonesia yang sudah terbukti
berhasil mempersatukan kita di tengah keragaman agama, suku, dan bahasa. Jangan
mencari-cari lagi konsep khilafah yang ahistoris itu,” pungkas cendikiawan muda NU asal Madura tersebut.

Artikel Ini Telah Dimuat: IslamRamah.co

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.