Beranda News Pendidikan Konferensi Gender dan Gerakan Sosial Hasilkan Rekomendasi terkait Kekerasan Seksual

Konferensi Gender dan Gerakan Sosial Hasilkan Rekomendasi terkait Kekerasan Seksual

12
0
Hosting Unlimited Indonesia

ARRAHMAH.CO.ID

Ciputat () — Konferensi Gender dan Gerakan Sosial yang pertama atau 1st Conference On Gender And Social Movement usai. Berlangsung tiga hari, 16-18 Oktober 2019 di kampus UIN Syarif Hidayatullah-Ciputat, konferensi menghasilkan sejumlah rekomendasi.

“Beberapa rekomendasi telah dirumuskan. Sebagian ditujukan kepada Kementerian Agama, sebagian untuk Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) binaan kampus PTKIN, rekomendasi lainnya untuk pemangku kepentingan lain seperti Komisi Nasional Perempuan, Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI),” kata Panitia konferensi dari unsur Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Mahrus El Mawa di Ciputat, Jumat (18/10).

“Rekomendasi konferensi merupakan buah pikir dan kajian mendalam dari forum seminar paralel, satellite meeting, presentasi para pemakalah, dan sesi refleksi gerakan perempuan atas isu-isu krusial dalam era kekinian,” kata Doktor Filologi Universitas Indonesia ini.

Untuk Kementrian Agama, lanjut Mahrus, kongres merekomendasikan enam hal. Pertama, agar Kementerian Agama menerbitkan regulasi dalam bentuk Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) tentang pencegahan dan penangaan kekerasan seksual di PTKI. Rekomendasi kedua, membuat panduan dan mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di PTKI. 

Hosting Unlimited Indonesia

Rekomendasi lainnya, mendorong untuk melakukan penguatan kelembagaan PSGA baik dari segi pengembangan SDM dan anggaran. juga diminta melakukan diseminasi  moderasi beragama dengan perspektif gender secara massif di PTKI, serta menyediakan konten-konten keagamaan yang ramah terhadap perempuan dengan kemasan yang menarik, kreatif dan menyasar kelompok-kelompok muda. 

“Terakhir, diminta melibatkan perempuan dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB),” ujarnya. 

“Juga agar melakukan konferensi gender and social movement secara regular dengan melibatkan PSGA seluruh Indonesia,” lanjutnya.

Untuk PSGA di kampus STAIN, IAIN DAN UIN binaan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, konferensi  merekomendasikan beberapa hal berikut:
1) Mendorong adanya Surat Keputusan Rektor di masing-masing PTKI terkait penanganan dan pencegahan Kekerasan Seksual;
2) Menguatkan sumber daya manusia, anggaran dan kelembagaan PSGA;
3) Memperkuat kerjasama dengan pemerintah daerah dan lembaga layanan korban;
4) Melakukan pelatihan-pelatihan gender dan HAM kepada para mahasiswa di seluruh prodi; 

5) Memproduksi pengetahuan, kajian, dan hasil penelitian terkait dengan isu-isu gender; 
6) Melakukan kajian dan penelitian terkait perempuan yang terlibat dalam gerakan radikalisme-ekstrimisme; dan 
7) Memperkuat jejaring antar PSGA melalui forum PSGA yang dilakukan secara regular untuk sharing pengetahuan dan best practices.

Untuk lembaga lain diluar institusi Kementerian Agama, konferensi merekomendasikan kepada Komnas Perempuan untuk menerbitkan panduan  pencegahan dan penanganan bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan, khususnya kekerasan seksual. Selain itu, Komnas Perempuan diminta mengintensifkan sosialisasi RUU Penghapusan Kekerasan Seksual di PTKI, memperluas kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dengan melibatkan jaringan perguruan tinggi, termasuk PTKI. Terakhir, Komnas Perempuan diminta bekerjasama secara erat dengan PSGA/ PSG/PSW di berbagai Perguruan Tinggi.

Untuk alumnus peserta Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), konferensi merekomendasikan untuk memperbanyak tokoh-tokoh Ulama Perempuan yang berperspektif gender. Selain itu juga memproduksi teks-teks keagamaan yang adil gender, melakukan sosialisasi produk-produk KUPI ke seluruh PTKI termasuk PSGA/PSG/PSW, dan Memperkuat jejaring ulama perempuan dengan RI, akademisi di PTKI, dan ormas keagamaan. (maspipo)

Artikel Ini Telah Dimuat: Kemenag.go.id

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.