Beranda Berita Terlalu Naif Merusak Indonesia Atas Nama Agama

Terlalu Naif Merusak Indonesia Atas Nama Agama

32
0
Hosting Unlimited Indonesia

ARRAHMAH.CO.ID –

, Indonesia adalah negara islami
karena dibangun oleh para ulama dan dengan sistem dan nilai-nilai yang sesuai
ajaran-ajaran Islam. Tidak ada aturan dasar dalam negara Indonesia seperti
Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Meskipun dasar negara Indonesia bukanlah islam, tidak berarti negara Indonesia
tidak islami, justru melalui kesepakatan di antara keberagaman lah Indonesia
menjadi negara yang mengamalkan ajaran-ajaran Islam.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H
Marsudi Syuhud mengungkapkan hal itu di Jakarta, Kamis (3/10). Menurutnya,
Allah SWT telah menciptakan Indonesia sebagai “surga” kedua
untuk dihuni manusia dengan damai dan rahmat bagi sekalian alam. Apabila ada
pihk tertentu yang ingin merusakan Indonesi, menghancurkan keberagaman menjadi
keseragaman, maka hal itu terlalu naif karena justru bertentangan dengan ajaran
Islam yang mengajarkan persatuan dan kesatuan.

Menurut Kiai Marsudi, pihak-pihak yang menolak
sistem negara Indonesia lebih kea rah politik semata. “Sehingga Indonesia
terlalu cantik untuk dirusak dengan mengatasnamakan agama dan juga sebaliknya
mengatasnamakan kekuasaan tak berperi,” ungkapnya.

Kiai Marsudi menekankan bahwa kewajiban
masyarakat Indonesia adalah menjaga kerukunan Indonesia. Meskipun beragam
keyakinan dan kepercayaan ada di Indonesia, namun yang lebih penting dari itu
semua adalah persaudaraan dan persatuan Indonesia. “Karena kewajiban kita semua sesungguhnya adalah menjaga arsitektur
moderat yang telah diwariskan oleh para pendiri Indonesia,” tegasnya.

Hosting Unlimited Indonesia

Gerakan-gerakan mengatasnamakan agama yang menolak
sistem dan dasar negara Indonesia, menurut Kiai Marsud berasal dari gerakan
transnasional. Sementara ulama-ulama Indonesia yang asli tidak mungkin menolak Pancasila,
karena dasar negara Indonesia sendiri adalah hasil ijtihad para ulama. “Sesungguhnya radikal itu “bonus”. Paham khilafah
sejatinya gerakan transnasional yang bersifat komunistis utopis. Pintu masuknya
adalah Islam kaffah menurut
tafsir sepihak versi mereka,” pungkasnya. 

Artikel Ini Telah Dimuat: IslamRamah.co

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.