Beranda Berita Gus Baha: Jangan Memvonis Salah Orang Lain

Gus Baha: Jangan Memvonis Salah Orang Lain

149
0
Hosting Unlimited Indonesia

ARRAHMAH.CO.ID –

, Fenomena hijrah memang lagi ngetrend
menjangkiti masyarakat urban. Hal ini tentu patut diapresiasi karena masyarakat
mulai membuka ruang untuk lebih mendalami agama yang mungkin selama ini mereka
tinggalkan. Namun tidak sedikit masyarakat yang merasa sudah hijrah cenderung
menyalahkan mereka yang dianggap belum berhijrah.

Ulama kondang jebolan Pondok Pesantren Al Anwar, Rembang
asuhan KH Maimoen Zubair, KH Bahauddin Nur Salim atau Gus Baha menyanyangkan
ada sekelompok masyarakat yang bertindak layaknya Tuhan, karena dia menyalahkan
bahkan mengafirkan orang yang ia anggap berdosa. Gus Baha menjelasan bahwa Allah itu kuasa membolak-balikkan hati
seseorang, boleh jadi orang yang fasik dia akan taubatan nasuha atas
izin Allah, seperti seorang budak yang membunuh paman Rasulullah yang bernama
Hamzah bin Abdul Muthalib, yaitu Wahsyi akhirnya diberikan hidayah oleh Allah.

”Allah itu Al-Khaliq menciptakan artinya begini kuncinya
Allah itu digdaya Allah yang bisa mengatur kamu benci sama orang fasik tapi
kalau Allah menginginkan ia taubat? Kamu mau apa ? Seperti apa bencinya Nabi kepada Wahsyi
yang telah membunuh Hamzah tetapi malah justru Allah memberikan hidayah kepada
Wahsyi,” jelas Gus Baha.

Ulama muda yang dikenal karena kedalaman ilmunya itu
menjelaskan perihal tuduhan tentang ulama-ulama tradisional yang dianggap inkosisten. Gus Baha beralasan bahwa ulama yang memiliki pengetahuan
luas tidak akan gampang memberi vonis kepada orang lain, dalam hal membenci dan
memuji pun tidak berlebihan, karena belum tentu yang kelihatannya saleh ia akan
husnul khatimah, pun juga yang kelihatan buruk belum tentu ia akan suul
khatimah.

Hosting Unlimited Indonesia

“Silahkan kamu benci orang munafik, sebenci bencinya
Allah kepada orang munafik tetapi Allah masih mau berfirman, bisa saja aku
menyiksa orang munafik tetapi aku juga bisa memberinya tobat. Allah melakukan
apa yang beliau mau, bisa saja yang saleh suul khatimah yang zalim jadi husnul
khatimah, makanya ulama itu seolah inkonsisten karena tidak bisa seratus
persen membenci, tapi oleh orang-orang yang baru kenal Islam justru dianggap
tidak tegas, makanya saya mohon yang ngaji dengan saya untuk tidak gampang
memvonis,” pungkas anggota Lembaga Tafsir Al-Quran Universitas Islam Indonesia
tersebut.

Artikel Ini Telah Dimuat: IslamRamah.co

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.