Beranda Berita Gus Mis: Pancasila Adalah ‘Surga’ Kebhinekaan

Gus Mis: Pancasila Adalah ‘Surga’ Kebhinekaan

22
0
Hosting Unlimited Indonesia

ARRAHMAH.CO.ID –

, Indonesia sebagai negara berpenduduk multi-etnik, ras, suku, bahkan agama, mengundang decak kagum para peneliti Indonesia. Meskipun hidup dalam keberagaman yang luar biasa, namun secara umum, masyarakat Indonesia bisa hidup rukun berdampingan, satu sama lain saling menghormati dan menghargai. Hal ini tentu berbeda dengan sejumlah negara yang meskipun terdiri dari satu suku, etnik, bahasa dan agama yang sama, namun tidak menjamin perdamaian sebagaimana terjadi di Indonesia terwujud di negara-negara tersebut.

Dalam rangka
mensyukuri keberagaman Indonesia, Cendekiawan Muda
Nadhlatul Ulama (NU), Zuhairi Misrawi atau yang akrab dipanggil Gus Mis mengajak
masyarakat untuk senantiasa menjaga kerukunan di antara sesame. Menurutnya, Indonesia yang damai dan indah dalam perbedaan ini tidak lepas dari salah
satu upaya ormas Islam progresif yang mencanangkan Indonesia sebagai negara
damai (darussalam), dan bukan negara Islam (darul islam). Menurut Gus Mis, NU sebagai organisasi sosial masyarakat keagamaan terbesar di Indonesia, bahkan di dunia sudah memikirkan konsep negara sejak sebelum
Indonesia merdeka. Berbekal pertanyaan dari Bung Karno, Bapak
Proklamator Indonesia, NU merumuskan konsep darussalam tersebut.

“Hasilnya adalah
para ulama mengatakan, 10 tahun sebelum merdeka, bahwa Indonesia nanti kalau
merdeka, kita jadikan Indonesia sebagai Darussalam, yang berarti negeri yang
damai. Bukan negara Islam,” terang Gus Mis.

Cendekiawan yang merampungkan studinya di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir
tersebut menjelaskan Indonesia sebagai negara consensus bersama, diikat oleh persatuan
dalam bingkai Pancasila sebagai kalimatun sawa (titik temu). Sehingga
Indonesia adalah rumah bersama bagi kelompok
apapun, walaupun dari latar belakang berbeda, karena semua mempunyai
tujuan sama yaitu Indonesia maju. “Jadi Pancasila adalah Darussalam,
Pancasila adalah ‘surga’ bagi kebhinekaan, membangun persaudaraan,” ujar Gus Mis.

Hosting Unlimited Indonesia

Gus Mis menambahkan, ikhtiar mempertahankan eksistensi Indonesia adalah kewajiban semua pihak. Sebagai
umat Islam, mempertahankan Indonesia adalah suatu kewajiban yang tidak bertentangan
dengan ajaran Islam. Hal ini seperti yang dicontohkan Mahaguru Ulama Nusantara,
Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari yang mencetuskan adagium, Hubbul wathon minal iman, yakni mencintai tanah air adalah manifestasi dari keimanan. “Jangan
khawatir, jangan mundur selangkah, karena yang kita perjuangkan adalah
memperjuangkan surga, memperjuangkan Islam, yaitu tegaknya nilai-nilai
Pancasila di Indonesia ini,” tegas ketua Moderate Muslim Society Jakarta
tersebut.

Artikel Ini Telah Dimuat: IslamRamah.co

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.