Beranda Berita Ketum PP Muhammadiyah: NKRI Sudah Sesuai Syariat Islam

Ketum PP Muhammadiyah: NKRI Sudah Sesuai Syariat Islam

43
0
Hosting Unlimited Indonesia

ARRAHMAH.CO.ID –

, Indonesia adalah negara yang majemuk, baik
ditinjau dari ras,
agama, maupun suku. Pancasila adalah dasar negara dan
sebuah ideologi pemersatu di tengah perbedaan yang ada.
Bangunan negara yang heterogen tersebut telah kokoh dalam suatu bingkai yang
bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI. Hal ini menegaskan bahwa
NKRI bukanlah negara agama,
bukan pula negara sekuler, melainkan negara yang masyarakatnya beragama.

Namun
demikian, mutakhir ini ada sebagian
pihak yang mencetuskan istilah NKRI Bersyariah yang condong
kepada golongan agama tertentu. Hal ini jika dilanjutkan akan memunculkan
konflik lama antara agama vs negara yang pada akhirnya dapat memecah belah
persatuan dan kesatuan yang selama ini telah dirajut bersama. Menanggapi
fenomena ini Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir
melontarkan sikap ketidaksetujuannya bahwa slogan yang didengungkan menujukkan
kedangkalan dalam berpikir karena pada hakikatnya NKRI tidak bertentangan
dengan syariah,
justru sejak dulu NKRI telah sesuai dengan syariat.

“NKRI itu kan sudah lama sesuai syariat. Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Adil Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin Hikmah Kebijaksanaan Permusyawaratan Perwakilan, dan Keadilan Sosial,” papar Haedar seperti dilansir dalam situs detik.com.

Menurut akademisi yang lulusan Universitas
Gajah Mada (UGM) itu, di
setiap sila yang terkandung dalam Pancasila sudah sesuai
dengan prinsip-prinsip diberlakukannya syariah (maqashid as-syariah) tidak
perlu lagi ada penambahan idiom yang sejatinya akan semakin menjauhkan NKRI
dari jiwanya karena bagaimanapun jika NKRI ditarik kepada agama tertentu akan
membuatnya semakin terdistorsi.

Hosting Unlimited Indonesia

“Nah, maqashid
syariah, tujuan syariah, itu kan sudah tercakup di dalamnya (Pancasila). Jadi
tidak perlu lagi ada idiom-idiom, simbol-simbol, dan konsep-konsep yang makin
menjauhkan NKRI ini dari jiwanya, karena hanya berpikir soal nama, soal
atribut, soal cangkang, soal kulit,” ungkap mantan sekretaris Buya Syafi’i
Ma’arif tersebut.

Menurut Haedar, untuk menjadi umat muslim yang taat di
Indonesia cukup mengamalkan Pancasila yang di dalamnya sudah mencakup prinsip
dan syariat ajaran agama islam secara sempurna (kaffah) sehingga keberadaan
NKRI ini sudah cukup tanpa ditambahi idiom-idiom yang semakin menjauhkan
prinsip persatuan antar umat beragama di Indonesia. “Praktikkan saja
Pancasila, insyaallah baik syariat Islam maupun syariat agama lain itu
akan tercakup di dalamnya. Jadi sudah cukup, kita jangan terus dihadapkan pada
pertentangan istilah-istilah,” tegasnya.

Sebagai suatu ideologi yang sudah kokoh dan menjadi kalimatun
sawa
bagi seluruh rakyat Indonesia, Pancasila, menurut Haedar harus
diimplemetasikan dalam kehidupan sehari-hari terutama bagi para pejabat sebagai
pemangku kebijakan yang dituntut untuk melakukan perbaikan terus menerus (al-ishlah ila ma huwal ashlah tsummal
ashlah fal ashlah
) menuju kebijakan yang benar-benar untuk kesejahteraan
masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.

“Jadi
ini saatnya Indonesia mengimplementasikan dan mewujudkan Pancasila. Juga tadi,
buat para pejabat juga, mari lebih baik kita gerakkan Pancasila untuk kita
amalkan, kita praktikkan termasuk dalam kebijakan,” pungkas cendekiawan kelahiran Bandung tersebut.

Artikel Ini Telah Dimuat: IslamRamah.co

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.