Beranda Hijab Benarkah Quraish Shihab Tidak Mewajibkan Perempuan untuk Berjilbab?

Benarkah Quraish Shihab Tidak Mewajibkan Perempuan untuk Berjilbab?

80
0
Hosting Unlimited Indonesia

ARRAHMAH.CO.ID –

Persoalan jilbab masih sering diperbincangkan, dari mulai kewajiban berjilbab hingga jilbab syar’i dan jilbab stylish. Salah satu yang sering diperbincangkan masyarakat adalah pendapat Quraish Shihab mengenai jilbab. Benarkah Quraish Shihab tidak mewajibkan perempuan untuk berjilbab?

Banyak orang yang salah faham terhadap pandangan Quraish Shihab mengenai jilbab. Dalam Ensiklopedia Tematis Dunia Islam yang membahas pemikiran dan peradaban, bahkan dikemukakan bahwa beliau menyatakan ketidakharusan berjilbab.

Padahal Quraish Shihab tidak pernah secara tegas menyatakan bahwa berjilbab tidak wajib, melainkan hanya mengemukakan berbagai pendapat ulama tentang persoalan jilbab tanpa menetapkan satu pilihan. Ini dikarenakan beliau belum dapat mentarjih salah satu dari sekian pendapat yang beragam itu. Sanggahan beliau ini sebagaimana ditulisnya dalam buku berjudul Jilbab Pakaian Wanita Muslimah.

Kesalahpahaman masyarakat atas perkataannya ini dinilai Quraish Shihab karena mungkin saja banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa banyak ulama yang mengambil sikap tawaqquf pada berbagai persoalan keagamaan.

Hosting Unlimited Indonesia

Quraish Shihab sendiri lebih memilih bertawaqquf mengenai persoalan jilbab karena ingin menunjukkan bahwa Islam itu mudah dan tidak memberatkan. Jika ada beragam pendapat dari para ulama, kita boleh berpegang pada salah satunya. Oleh karena itu ada hadis yang menyatakan bahwa “Ikhtilaafu ‘ulamaa ummati rahmah” (perbedaan -pendapat- ulama umatku adalah rahmat).

Quraish Shihab sendiri menyadari bahwa keputusannya untuk bertawaqquf mengenai jilbab justru mendapat kecaman dari berbagai pihak. Mereka mengatakan, memunculkan beragam pendapat justru dapat membingungkan masyarakat. Bahkan ada pula kawan beliau yang berkata, “Mestinya diberikan saja satu pendapat yang tegas tanpa menghidangkan pendapat-pendapat lain.”

Namun menurut Quraish Shihab, menghidangkan satu pendapat saja justru dapat mempersempit dan membatasi seseorang, padahal kita hampir selalu menemukan perbedaan pendapat pada setiap persoalan kegamaan. Baginya, mengemukakan lebih dari satu pendapat sama dengan memberi alternatif-alternatif yang semuanya dapat ditampung oleh kebenaran.

Dengan mengemukakan berbagai pendapat tentang jilbab, beliau berharap masyarakat dapat mengetahui berbagai pendapat ulama, tidak saling mengafirkan dan tidak saling menuduh bahwa si A telah menyalahi prinsip ajaran agama, si B telah sesat dan lain sebagainya.

Quraish Shihab berharap perempuan-perempuan yang belum berjilbab dapat mulai berjilbab karena ada ulama yang mewajibkan berjilbab. Sebaliknya, bagi yang sudah berjilbab, beliau berharap mereka tidak menanggalkan jilbabnya meskipun ada ulama yang berpendapat lebih longgar. Hal ini merupakan sikap kehati-hatian, karena berjilbab merupakan sikap kehati-hatian.

Dalam salah satu program televisi, penulis Tafsir al-Misbah ini pernah menyatakan bahwa berjilbab itu baik, tetapi jangan paksakan orang untuk berjilbab karena ada ulama yang mengatakan berjilbab tidak wajib. Ada juga ulama yang menyatakan bahwa yang terpenting adalah menggunakan pakaian terhormat. Ulama mengatakan bahwa menutup aurat itu wajib, namun batasan aurat juga masih diperselisihkan.

Quraish Shihab sendiri tidak pernah memaksakan keluarga perempuannya untuk memakai jilbab. Beliau ingin mereka menggunakan jilbab atas kesadaran penuh dari diri sendiri dan bukan karena paksaan dari dirinya.

Berbagai pendapat ulama mengenai jilbab beliau tulis secara rinci beserta dalil, argumentasi, serta kelemahan dan kekuatannya bisa dibaca lebih lanjut dalam buku Jilbab Pakaian Wanita Muslimah.

Wallahu a’lam.

Artikel Ini Telah Dimuat: ISLAMI.CO

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.