Beranda Do'a Dzikir dan Doa Sesudah Shalat Tahajud

Dzikir dan Doa Sesudah Shalat Tahajud

14
0
Hosting Unlimited Indonesia

ARRAHMAH.CO.ID –

Faghfirliiy maa qoddamtu wa maa akhkhortu. Wa maa asrortu wa maa a’ lantu. Antal muqoddimu wa Antal mu akhkhiru. Laa ilaa ha illaa anta.

Artinya:

“Ya, Allah! Bagi-Mu segala puji. Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi-nya.

Bagi-Mu segala puji, Engkau benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, Surga adalah benar (ada), Neraka adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dari-Mu), peristiwa hari kiamat adalah benar.

Hosting Unlimited Indonesia

Ya Allah, kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali (bertaubat), dengan pertolongan-Mu aku berdebat (kepada orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum.

Oleh karena itu, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau.”

Dalil:

Dari Ibnu ‘Abbas ra. bahwasanya Nabi saw. ketika bangun di malam hari untuk bertahajjud, beliau membaca; Allahumma lakal hamdu.. [dan seterusnya]. (Muttafaq ‘Alaihi)

Di sebagian riwayat, ditambah kalimat; Wa laa khaula wa laa quwwata illaa billaahil ‘Aliyyil ‘Adziimi (dan tiada daya maupun kekuatan melainkan dari Allah Yang Mahatinggi nan Mahaagung)

Ulasan:

Shalat Tahajjud adalah ibadah sunnah yang ditekankan oleh Rasulullah saw. Dan waktu paling baik untuk melaksanakannya adalah di sepertiga malam terakhir. Minimal 2 rakaat, maksimal tak dibatasi. Disunnahakn untuk menutup tahajjud dengan Shalat Witir yang berjumlah rakaat ganjil.

Ini adalah momen intim antara hamba dengan Tuhannya. Di saat ini pulalah momen sempurna untuk kontemplasi diri. Menadah energi batiniah di penghujung malam untuk menghadapi carut marut kehidupan keesokan hari. Yakni dengan menyadari kemahahebatan Allah, mengakui kemahabenaran segala yang datang dari-Nya, memasrahkan segala urusan kepada-Nya, serta memohon ampun atas kesilapan dan kedurhakaan diri.

Artikel Ini Telah Dimuat: ISLAMI.CO

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.