Beranda News PCINU Tiongkok Bedah Buku ‘Islam Indonesia dan China’

PCINU Tiongkok Bedah Buku ‘Islam Indonesia dan China’

71
0
Hosting Unlimited Indonesia

ARRAHMAH.CO.ID

Jakarta,

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tiongkok menggelar Bedah Buku ‘Islam Indonesia dan Islam China’ di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Rabu (17/7). Kegiatan dalam rangka mendiskusikan bagaimana konsep Islam yang berkembang di Tiongkok dan hubungannya dengan konsep Islam Indonesia. Terutama Islam yang dikembangkan oleh kiai kiai NU. 

Hadir pada kegiatan itu Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Perwakilan Duta Besar Indonesia untuk China dan Mongolia Yahya Sutarya, Ketua PCINU Tiongkok Nurwidiyanto, dan sejumlah pengurus PBNU serta ratusan kader muda NU dari berbagai daerah. 

Sebagai pembedah antara lain, Rais Syuriah PCINU Tiongkok KH Imron Rosyadi, Guangdong Islamic Association Wang Yu Xia, Ketua Umum Persatuan Alumni Tiongkok untuk Indonesia (Perhati) Sugeng Rahardjo dan Jurnalis Kompas Iwan Santoso. 

Hosting Unlimited Indonesia

Ketua PCINU Tiongkok Nurwidiyanto mengatakan buku tersebut disusun anak anak muda NU yang sedang belajar di Tiongkok, China. Ia menjelaskan, buku tersebut berbicara mengenai pengalaman keagamaan, keislaman, pendidikan sosial, budaya, politik, ekonomi dan perkembangan teknologi  di negeri tirai bambu.

Nurwidiyanto mengungkapkan tentu ada hal yang mempengaruhi mengapa hadis Nabi menyinggung China sebagai tempat untuk mencari ilmu. Mungkin ujar dia, karena saat itu China sudah mengalami perkembangan teknologi yang maju dibandingkan negara negara lain, termasuk negara Arab. 

“Karena penemuan orang Tiongkok yang terkenal dan diketahui seperti mesin pembuatan kertas, ketika di Arab masih pelepah kurma di China sudah menggunakan mesin,” ucapnya. 

Selanjutnya, misalnya saat itu berbagai belahan dunia masih menggunakan alat tukar berbentuk logam, namun di Tiongkok sudah berbentuk uang kertas. Termasuk saat terjadi perang, di Negeri Tirai Bambu tersebut telah menggunakan senapan bukan pedang.

“Dan ini juga yang harus diketahui oleh kita semua, bahwa di Tiongkok insyaallah islamnya tidak jauh berbeda dengan kita. Disana tokoh agamanya santun dan moderat,” tuturnya. 

Kebebasan beragama di China juga telah berlaku sejak puluhan tahun silam. Hal itu dapat dibuktikan misalnya saat ini telah hadir 35 masjid dan 10 Institut Agama Islam. Islam di Tiongkok kata dia, berkembang dengan baik. (Abdul Rahman Ahdori/Abdullah Alawi)

Artikel Ini Telah Dimuat: NU Online

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.