Beranda Belajar Islam Belajar Islam Di Pesantren, Bukan Di Media Online

Belajar Islam Di Pesantren, Bukan Di Media Online

10
0
Hosting Unlimited Indonesia

ARRAHMAH.CO.ID –

, Perkembangan dunia terakhir mengalami tingkat kepesatan luar biasa di bidang teknlogi dan informasi. Informasi dari berbagai penjuru dunia dengan mudah bisa diakses oleh siapapun selama gadget seluler terhubung dengan internet. Di tengah kepadatan arus informasi di media social itu, Muhammadiyah bersikukuh mempertahankan cara tradisional dalam mempelajari Islam, yakni belajar di pesantren, dan bukan di media online.

Menurut Sekretaris Jenderal Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, Kajian Islam dengan tatap muka langsung dengan guru (Kiai) tidak bisa digeser melalui Pendidikan agama melalui media online. Pasalnya, menurutnya menimba ilmu di pesantren lebih bisa dipertanggung jawabkan daripada belajar di media online.

“Bagaimana pun juga cara-cara tradisional akan tetap lebih punya makna dan lebih bisa dipertanggungjawabkan secara isi dibandingkan dengan mereka yang belajar secara online,” katanya seperti dikutip cnnindonesia.com, 8 Juli. “Muhammadiyah punya kajian yang beda dengan ustaz di media sosial.”

Menurut Mu’ti, mereka yang belajar dengan menonton kajian ustadz melalui media sosial hanya dapat melakukan interaksi satu arah tanpa pendamping. Selain itu, kajian yang ditampilkan di media sosial umumnya juga tak disertai referensi yang jelas. Waktunya pun sangat singkat karena terbatas durasi antara dua hingga lima menit. “Sehingga begitu mereka mendapat informasi yang keliru, akibatnya bisa menjadi sangat serius. Jadi itu semacam tren yang akan come and go,” pungkasnya.

Hosting Unlimited Indonesia

Artikel Ini Telah Dimuat: IslamRamah.co

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.