Inkopsim Minta Pemerintah Turunkan Harga Daging Ayam
Loading...

ARRAHMAH.CO.ID

Magelang,
Lebaran sudah lewat dua pekan, namun harga beberapa jenis bahan pokok masih  tinggi, di antaranya adalah ayam pedaging. Harga daging ayam potong ini menjelang lebaran memang naik cukup drastis. Diduga kenaikan harga tersebut karena dipicu oleh meningkatnnya kebutuhan masyarat untuk konsumsi di hari lebaran. Tapi kenyataannya hingga saat ini harga ayam pedaging di pasar masih tinggi, yaitu sekitar Rp. 30.000/kilogram.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Inkopsim (Induk Koperasi Syirkah Muawanah), HM Al-Khaqqoh Istifa saat diskusi dalam acara Bimbingan Teknis Ketahanan Usaha KUMKM di Wilayah Rawan Bencana di Hotel Grand Artos and Convention, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (21/6).

Menurutnya, harga ayam pedaging yang tinggi itu tentu berisiko rugi bagi konsumen terakhir (masyarakat). Sebab saat ini seharusnya harga ayam pedaging sudah normal. Dan masyarakat berhak mengkonsumsi daging ayam dengan harga wajar.

Loading...

“Kalau harga Rp. 30.000 itu bukan harga wajar, malah memberatkan masyarakat,” tuturnya sebagaimana rilis yang diterima .

Sedangkan pihak kedua yang dirugikan adalah peternak. Sebab harga daging yang tinggi hanya berlaku di pasar. Sementara harga di tingkat peternak tidak juga beranjak dari di bawah Rp. 18.000/kilogram. Malah ada yang lebih ekstrem lagi, harga ayam pedaging  di kandang hanya Rp. 8.000/kilogram. Padahal harga pokok produksi (HPP) adalah Rp. 18.000/kilogram.

“Kalau begini terus, peternak ayam bisa gulung tikar, dan itu adalah kerugian bagi pemerintah dan kita semua,” tuturya.

Dikatakan Gus Khaqqoh, sapaan akrabnya, bagi masyarakat umum daging ayam potong  merupakan konsumsi penting.  Saat ini, tidak cuma masyarakat kelas menengah ke atas yang mengkonsumsi daging ayam potong, tapi masyarakat kelas menengah ke bawah juga banyak yang mampu membelinya.

“Artinya, daging ayam potong sudah menjadi kebutuhan lauk-pauk keseharian masyarakat,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia  meminta pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk melakukan investigasi secara menyeluruh. Tujuannya mencari tahu penyebab mahalnya harga daging ayam potong, sehingga bisa ditemukan jalan keluarnya sesegera mungkin.
“Ini masalah yang tidak kecil karena menyangkut kebutuhan publik. Segera turunkan harga daging ayam,” terangnya. (Aryudi AR).

Artikel Ini Telah Dimuat: NU Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.