Beranda News Islam Indonesia ‘Unik’ Sekaligus Besar

Islam Indonesia ‘Unik’ Sekaligus Besar

5
0

ARRAHMAH.CO.ID

Cirebon,
KH Abdullah Ubab Maimun Zubair menegaskan bahwa halal bi halal bisa menjadi ajang silaturahmi satu sama lain, dan membawa banyak manfaat bagi semua sekaligus bisa dijadikan sebagai contoh bagi umat Islam dunia. Pasalnya, halal bi halal cuma ada di Indonesia dan menjadi tradisi sejak puluhan tahun yang lalu.

Selain itu, Islam di Indonesia memiliki keunikan tersendiri yang sulit ditemukan di negara lain, seperti banyaknya jumlah pondok pesantren, majelis ta’lim dan tempat-tempat pengajian, Keunikan ini tentunya merupakan potensi bahwa Islam di Indonesia bisa menjadi contoh bagi kaum muslimin di belahan negara lain.

“Halal bi halal kemudian ditambah lagi dengan adanya syiar Islam di Indonesia yang ditandai dengan ramainya para pencari ilmu di pondok pesantren, majlis ta’lim dan tempat-tempat pengajian, ini yang tidak ada di negara-negara lain bahkan di Arab sekalipun,” ucapnya saat memberikan tausiyah dalam acara Pengajian Umum dan Halal Bi Halal  di GOR Mbah Muqoyyim Buntet Pesantren Cirebon, Sabtu (15/6)

Menurut Putera Mbah Maimun Zubair itu, syiar Islam di Indonesia dengan keunikan-keunikaan terseebut sudah berjalan selama berabad-abad silam, yakni sejak dirintis para Walisongo yang dilanjutkan oleh para generasi penerus sehingga sampai hari ini masih tetap menunjukan eksistensinya.

loading...

“Syiar-syiar model majelis ta’lim, kumpulan dan sebagainya itu sudah berjalan jauh sebelum Indonesia merdeka,” tuturnya di hadapan ribuan alumni Pesantren Syarif Hidayatullah Sarang Rembang yang tergabung dalam Himsyar (Himpunan Santri Syarif Hidayatullah) itu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para masyayikh Buntet, santri dan alumni Himsyar yang sudah menjadi tokoh masyarakat, diantaranya KH Hasanudin Kriyani, KH Adib Rofiuddin, KH Tb. Ahmad Rifqi Chowas, Habib Umar bin Abu bakar bin Yahya, KH. Ni’amillah Aqil Siroj, KH Moh. Farid Nz, KH.Ahmad Mursyiddin, KH.Amiruddin Abkari dan sebagainya.

Usai kegiatan berlangsung, para ulama tersebut melanjutkan kegiatan sesi berikutnya yaitu ramah tamah dan makan bersama di Pesantren Darussalam asuhan KH Tb Ahmad Rifqi Chowas. (Aiz Luthfi/Aryudi AR).
 

Artikel Ini Telah Dimuat: NU Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.