Beranda News Lebaran Topat untuk Lestarikan budaya Berbasis Agama

Lebaran Topat untuk Lestarikan budaya Berbasis Agama

8
0
Hosting Unlimited Indonesia

ARRAHMAH.CO.ID

Lombok Tengah,

Perayaan Lebaran Topat (ketupat) yang dilaksanakan masyarakat muslim di Lombok, dipusatkan di sejumlah titik yang dimeriahkan dengan berbagai even. Usai prosesi adat, Lebaran Topat termasuk di Kawasan Mandalika Khusus (KEK) Lombok Tengah.

Lebaran Topat di Kabupaten Lombok Tengah dipusatkan di wilayah Pembangunan ITDC yang merupakan tempat rencana perhelatan Motor GP 2021 mendatang, yakni di pantai Senek Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. pada Rabu (12/6).

“Kegiatan lebaran topat ini nantinya diharapkan bisa menjadi even nasional, sebagaimana even-even lainya seperti Festival Bau Nyale yang kini sudah menjadi even nasional,” kata Bupati Lombok Tengah, HM Suhaili FT di hadapan ribuan masyarakat yang hadir.

Hosting Unlimited Indonesia

Dikatakan, untuk memeriahkan Lebaran Kopat, Pemerintah Daerah (Pemda) menyiapkan acara khusus, yakni ‘Festival Syawal’ bertujuan untuk pelestarian budaya masyarakat Sasak setelah melaksanakan 6 hari puasa syawal setelah hari raya Idul fitri dengan menikmati ketupat dan opor serta berbagai macam olahan makanan lainnya yang biasanya dilakukan di berbagai tempat objek wisata.

“Jadi ini diawali dari aktivitas masyarakat Sasak yang telah menjalani puasa 6 hari di Bulan Syawal,” ucapnya.

Bupati Lombok Tengah menyatakan, kegiatan Syawal Sholah Sholeh Sholoh ini akan dijadikan event tahunan yang akan memperkaya budaya masyarakat Lombok Tengah yang memberikan pesan perdamaian dan persaudaraan berbagai belahan dunia. Karena lebaran topat dihajatkan sebagai wadah silaturrahmi, tidak hanya sesama muslim tapi juga saudara yang berlainan agama.

“Kegiatan ini akan kita tetapkan sebagai agenda tahunan,” tegas Bupati Lombok Tengah.

Bupati juga akan berusaha mengemas festival Syawal ini semeriah mungkin layaknya festival bau nyale sehingga bisa menjadi event nasional.

Perayaan Lebaran Topat menurut Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlaul Ulama (PCNU) Kabupaten Lombok Tengah ini bukan hanya sekedar lebaran, namun untuk melestarikan budaya masyarakat yang didasari dengan ajaran agama, yakni berupa anjuran berpuasa sunah 6 hari setelah hari raya Idul Fitri.

“Lebaran Topat inilah lanjutnya yang menjadi hari kemenangan bagi mereka yang puasa sunnah selama 6 hari itu dan dirayakan secara terus menerus hingga saat ini,” kata bupati dua periode ini.

Dikatakan Bupati, tradisi turun temurun ini dilaksanakan masyarakat Lombok sepekan setelah hari Lebaran atau setelah menunaikan puasa sunah Syawal selama 6 hari berturut-turut. 

Pada Lebaran topat, jelas Bupati, masyarakat Lombok Tengah mengunjungi tempat-tempat yang dianggap mempunyai nilai-nilai sakral, terutama makam. Mereka mendoakan dan menghormati leluhur yang berdakwah membawa Islam di Pulau Lombok. (Hadi/Muiz)

Artikel Ini Telah Dimuat: NU Online

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.