Di Majelis Maulidurrasul, Habib Luthfi Doakan Indonesia Dijauhkan dari Fitnah
Loading...

ARRAHMAH.CO.ID

Pekalongan,

Rais ‘Aam Idarah Aliyah Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Yahya dalam Majelis Maulidurasul yang dihelat Ta’mir Masjid Al-Jami’ Kauman Kota Pekalongan, Jumat (3/5) mengajak kepada jamaah yang hadir untuk sama-sama mendoakan Indonesia dijauhkan dari fitnah.

“Mari kita bersama mendoakan Indonesia semoga aman, dijauhkan dari segala fitnah, dan dijauhkan dari segala perpecahan,” pintanya.

Loading...

Doa yang diaminkan oleh puluhan ribu umat Islam yang menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW rangkaian dari maulidurrasul Kanzus Sholawat Pekalongan memadati jalan depan Masjid Al-Jami’ tempat berlangsungnya acara meluber hingga Alun-alun Kota Pekalongan mengakibatkan jalan sepanjang Jalan KHA Wahid Hasyim harus ditutup hingga usai acara.

Dalam taushiyahnya, Habib Luthfi yang juga Ketua Forum Ulama Sufi Dunia ini berpesan agar merasa gembira dengan datangnya bula suci Ramadhan. Pasalnya, jika kita merasa gembira, itu pertanda bahwa amalan kita mendapat ridla dari Allah SWT.

“Kalau kita gembira dengan datangnya bulan suci Ramadhan, itu berarti kita telah mendapat ridla dari Allah Ta’ala,” jelasnya.

Dikatakan, di dalam bulan puasa terdapat rahmat dan barakah yang sangat luar biasa, meskipun dalam menjalankan ibadah puasa kita menahan lapar dan haus. Namun demikian, puasa terdapat banyak manfaat baik untuk kesehatan jasmani maupun rohani.

“Dalam satu tahun terdapat 11 bulan yang tidak pernah kita lakukan membersihkan pencernakan. Jika mandi, wudlu, dan bersuci kita lakukan setiap hari. Maka dengan puasa ramadhan, pencernakan menjadi bersih dan menghasilkan butiran-butiran darah yang baik, dan selanjutnya mengaliri sel-sel dalam tubuh dan otak, sehingga menghasilkan kecerdasan dan pikiran-pikiran yang baik,” jelasnya.

Menurut Habib Luthfi, puasa juga menghasilkan kesehatan rohani, iman kita semakin kuat yang menghasilkan mahabbah kepada Allah SWT, Rasulullah, para ulama, para ahlul bait, khususnya cinta kepada fakir miskin dan bisa merasakan bagaimana rasanya tidak makan dan minum sehari sebagaimana yang dirasakan oleh kaum fakir miskin.

“Apa yang telah kita lakukan selama bulan puasa, bisa dibawa di luar puasa sepanjang tahun dengan tetap mahabbah kepada Allah SWT, Rasulullah, para ulama, para ahlul bait, khususnya cinta kepada fakir miskin,” tandas Habib Luthfi.

Kegiatan rangkaian peringatan Maulidurrasul yang dihelat Kanzus Sholawat sejak bulan Rabiul Awwal akan terus dilakukan hingga bulan Rabiul Awwal berikutnya di berbagai daerah dengan jeda 1 bulan selama Ramadhan. Tampak hadir selain Habib Luthfi bin Yahya, Wakil Mudir ‘Aam JATMAN Habib Umar Muthohar, Wakil Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Junaid, jajaran TNI, Polri, habaib, kiai di Kota Pekalongan dan sekitarnya. (Muiz)  

Artikel Ini Telah Dimuat: NU Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.