Nahdliyin Garut Haul ke-19 KH Anwar Musaddad
Loading...

ARRAHMAH.CO.ID

Garut,

Warga NU Garut, Jawa Barat mengadakan haul ke-19 KH Anwar Musaddad di Masjid Pesantren Musaddadiyah, Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat, Jumat (3/5) pagi.

Salah satu putri KH Anwar Musaddad, Hj Ummu Salamah, dalam kata sambutannya mengatakan almarhum KH Anwar Musaddad adalah seorang ulama yang memiliki jiwa Nasionalisme dan berjihad tanpa pamrih di dunia pendidikan. 

Loading...

“Kiai Anwar Musaddad merupakan ulama intelek yang berdedikasi. Selama hidupnya mengembangkan dunia pendidikan Indonesia dari tingkat dasar hingga universitas,” ujarnya.

Pada kesempatan Haul yang dirangkai dengan acara Isra Mi’raj Nabi Muhammad Saw ini, panitia menghadirkan Wakil Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama LDNU Jawa Barat, Habib Umar bin Husein Assegaff Majalaya sebagai penceramah inti.

Habib Umar Majalaya dalam ceramahnya menyampaikan bahwa santri milenial harus akrab dengan ulama Nusantara, yang tidak hanya alim tapi juga ber-akhlakul karimah.

“Ulama kita, seperti Kiai Anwar Musaddad dikenal sebagai ulama berakhlak, menguasai berbagai disiplin ilmu baik agama maupun umum. Santri harus akrab dengannya agar faham cara meraih kesuksesan ala ulama Nusantara,” ucap Habib yang dikenal dengan sebutan ‘Singa NU Jabar’.

Habib Umar melanjutkan bahwa ulama terdahulu sukses karena mereka patuh kepada perintah Allah dan Rasululullah Muhammad Saw. Mereka berjuang dengan penuh keikhlasan dan menjauhi sikap kasar serta menjauhi fitnah.

Allah memerintahkan kepada Nabi agar dakwah dengan cara lemah lembut dan tegas. Kiai Anwar Musaddad mengamalkannya hingga sukses dan ilmunya bermanfaat.

“Para santri jelas harus mengikuti jejaknya, belajar sungguh-sungguh dan jalankan amanah kesempatan emas sebaik mungkin,” tegas pendiri Pesantren Atsaqofah Islamiyyah Annahdliyah Majalaya.

Acara haul dihadiri oleh berbagai kalangan termasuk Danrem Garut Kolonel Inf Parwito, Perwakilan Kapolres Garut, Ketua Rijalul Ansor Garut, KH Anwar Musaddad, KH Asep Musaddad, para santri, mahasiswa dan masyarakat pecinta kiai.

Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh KH Thonthowi Djauhari Musaddad dan ramah tamah serta makan siang di ruang serbaguna STAI Musaddadiyah. (Abdul Hadi Hasan/Kendi Setiawan)

Artikel Ini Telah Dimuat: NU Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.