Beranda News PBNU: Pilpres 2019 Jangan Dibelah Capres-Cawapres Islam dan Anti-Islam

PBNU: Pilpres 2019 Jangan Dibelah Capres-Cawapres Islam dan Anti-Islam

8
0

ARRAHMAH.CO.ID

Jakarta,

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama H Helmy Faishal Zaini mengajak masyarakat agar dalam memilih calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dilakukan secara cermat, yakni dengan melihat program-program yang telah disampaikannya.

“Marilah kita bersama-sama (memilih capres-cawapres) dengan pendekatan program yang sudah ditampakkan kedua pasangan calon ini, melihat secara jernih,” kata Helmy di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (15/4).

Ia juga mengajak pilpres tidak ditarik pada politik identitas dengan membelahnya antara calon yang Islam dan anti-Islam. Sebab menurutnya, pengelompokkan tersebut membahayakan bagi kesatuan bangsa Indonesia.

loading...

“Lebih baik pada hari tenang ini, mari kita kedepankan calon pemimpin kita yang mempunyai keberpihakan kepada rakyat. Jangan dipolarisasi Islam dan anti-Islam,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, pemilu yang jujur dan adil adalah wasīlah mewujudkan tujuan dan cita-cita nasional. Karena itu, kepada seluruh warga negara yang telah memenuhi syarat. 

“Nahdlatul Ulama mengimbau agar tidak golput. Gunakan hak pilih dengan nalar dan nurani untuk memilih calon presiden dan wakil presiden serta calon-calon wakil rakyat (DPD, DPR, DPRD) yang memenuhi kriteria profetik shidiq, tablīgh, amânah, dan fathânah,” katanya pada konferensi persi di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (15/4). 

Kiai Said menambahkan, PBNU juga mengajak kepada seluruh jajaran penyelenggara pemilu (KPU, Bawaslu, DKPP), juga Sentra Gakkumdu (Sentra Penegakkan Hukum Terpadu) untuk menjamin penyelenggaraan pemilu seadil-adilnya, sejujur-jujurnya, sebersih-bersihnya demi mewujudkan demokrasi Indonesia yang bermartabat. 

Sebagai informasi, pemilu 2019 mencatat sejarah baru dalam perjalanan pesta demokrasi di Indonesia. Untuk pertama kalinya, pileg dan pilpres diselenggarakan secara serentak. Pemilu Serentak akan digelar pada 17 April 2019. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Artikel Ini Telah Dimuat: NU Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.