Beranda News Bedah Kitab ‘Adabul ‘Alim wal Muta’allim’, Cara Pergunu Jatim Peringati Harlah NU

Bedah Kitab ‘Adabul ‘Alim wal Muta’allim’, Cara Pergunu Jatim Peringati Harlah NU

52
0
Hosting Unlimited Indonesia

ARRAHMAH.CO.ID

Jombang,

Peringatan Harlah NU digelar agak beda oleh Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Timur (Jatim). Organisasi yang beranggotakan para guru Nahdlatul Ulama ini menggelar Halaqah Aswaja. Tema yang diangkat adalah Seni Mendidik Ala Mu’assis NU.

Kegiatan yang digelar di aula KH Yusuf Hasyim Pesantren Tebuireng, Sabtu (23/3) diikuti para pengurus wilayah, cabang dan anak cabang dari Pergunu. Bahkan banyak peserta yang mengikuti acara di luar aula. 

Agenda difokuskan membedah kitab karya Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy’ari berjudul ‘Adabul Alim wal Muta’allim’. Hadir sebagai narasumber adalah A Muhibbin Zuhri, Musta’in Syafi’i, dan Miftahurrohim dan sebagai keynote speaker adalah KH Salahuddin Wahid. 

Hosting Unlimited Indonesia

Ketua Pergunu Jatim M Sururi menyatakan bahwa kegiatan ini dimulai dari ziyarah ke makam pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari. “Lalu dilanjutkan dengan shalat Dzuhur berjamaah di masjid pondok Tebuireng,” ujarnya.

“Peserta yang hadir mulai dari Pacitan sampai Sumenep, mulai Banyuwangi hingga Tuban,” imbuhnya. “Puncak dari kegiatan ini adalah halaqah aswaja ini,” katanya.

Saat memaparkan materi, KH Salahuddin Wahid menegaskan bahwa dari jumlah guru yang sekitar tiga juta, masih terdapat sekitar 490.000 yang belum sarjana. “Ini menjadi tugas bersama, tidak hanya pemerintah saja,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Gus Solah ini memaparkan bahwa masalah yang dihadapi bangsa Indonesia tidak hanya radikalisme. Namun juga penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. “Yang paling penting adalah masalah akhlak, termasuk kejujuran kita masih rendah,” imbuhnya.

Untuk itu, lanjutnya, santri harus mampu menerapkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu yang sudah diperoleh di pesantren diamalkan di dalam kehidupan masyarakat. “Sehingga pesantren tidak hanya menyumbang saat pemilu,” ujarnya yang disambut tawa hadirin.

Saat menjelaskan materi, Musta’in Syafi’i menegaskan bahwa kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim lebih mengedepankan adab dibanding ilmu. “Juga mengedepankan keimanan daripada syari’ah,” ujarnya.

Kitab ini, imbuhnya, terdiri dari delapan bab. Lalu dijabarkan dalam beberapa pasal. “Di mana pada bab pertama dikedepankan motivasi lillahi ta’ala dalam proses belajar mengajar,” ujarnya. 

Ke semua pembahasan, lanjutnya, diperkokoh dengan dalil-dalil naqli, Qur’an dan hadits. “Termasuk juga diperkuat oleh perkataan ulama utuh tanpa analisis,” paparnya. “Sungguh, ini akan menambah keluhuran niat dan urgensi ilmu,” pungkasnya. (Mukani/Syamsul Arifin/Muiz)

Artikel Ini Telah Dimuat: NU Online

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.