Beranda Nahdlatul Ulama Religiusitas Nilai Utama untuk Membangun Kebinekaan

Religiusitas Nilai Utama untuk Membangun Kebinekaan

8
0
Hosting Unlimited Indonesia

ARRAHMAH.CO.ID

Bone,

Negara kita adakah negara kebangsaan yang berdasar religius. Maka religiusitas menjadi nilai utama membangun kebhinekaan. Demikian dikatakan Andi Nuzul Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone, Sulawesi Selatan pada Seminar Nasional Kebangsaan pekan lalu.

“Kemajemukan adalah sunnatulloh sebagai anugerah Tuhan yang diberikan kepada kita. Karenanya persatuan dan kesatuan yang kita bangun jangan sampai menafikan kemajemukan,” jelas Andi.

Andi Nuzul menerangkan kemajemukan yang kita miliki sangat beragam dari kemajemukan agama, sosial, budaya, adat istiadat. “Nilai Pancasila sejatinya adalah nilai kebinekaan, harus di ramu dalam kebersamaan,” kata Doktor lulusan UGM ini.

Hosting Unlimited Indonesia

Nara sumber lainnya, Ruchman Basori Kepala Seksi Kemahasiswaan Direktorat PTKI Ditjen Pendidikan Islam meminta kepada para mahasiswa untuk belajar mengembangkan nilai-nilai keberagaman (pluralitas). 

Ruchman mensinyalir saat ini, ada gejala penyeragaman bahkan pemaksaan paham sesuai dengan tafsir kebenaran diri dan kelompoknya (truth claim) dan menafikan dari yang lain. 

Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Bone menginisiasi Seminar Nasional Kebangsaan dengan mengambil tema Revitalisasi Nilai-Nilai Kebhinekaan dalam Kehidupan Berbangsa. Diikuti oleh kurang lebih 400 orang peserta berasal dari IAIN Bone dan perguruan sekitarnya.

Aktivis Mahasiswa 1998 prihatinin akan lunturnya nilai-nilai kebhinekaan yang menjadi penyangga kebangsaan kita.

“Radikalisme dan intoleransi menjadi masalah serius. Pada saat yang sama hoax dan ujaran kebencian menjadi budaya yang salah satunya diakibatkan oleh seangat kebersamaan sebagai bangsa yang mulai menurun,” katanya.

 

“Nilai-nilai pluralitas (kebhinekaan) harus direvitalisasi agar menjadi pola sikap dan prilaku utamanya mahasiswa sebagai calon pemimpn bangsa,” kata alumnus UIN Walisongo Semarang ini.

Ruchman memaparkan perang melawan radikalisme harus diawali dengan pemahaman yang cukup melalui pelbagai kajian, dilanjutkan dengan proses idiologisasi dan diperkuat dengan aksi nyata.

“Pemahaman akan pluralitas menjadi penting untuk mendasari aksi melawan radikalisme dan intoleransi,” katanya.

Hadir dalam Seminar Nasional Kebangsaan Aminulloh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Bone, Canwan Ketua DEMA IAIN Bone dan sejumlah civitas akademika dalam dan luar kampus. (Red: Fathoni)

Artikel Ini Telah Dimuat: NU Online

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.