Beranda Nahdlatul Ulama 170 Ribu Guru Agama Terima Insentif Pemprov Jateng

170 Ribu Guru Agama Terima Insentif Pemprov Jateng

30
0
Hosting Unlimited Indonesia

ARRAHMAH.CO.ID

Semarang,

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mengucurkan dana hibah sebesar Rp205 miliar untuk insentif guru madrasah diniyah (Madin), ustadz TPQ dan pengasuh pondok pesantren di Jateng yang jumlahnya mencapai 170.949 orang. 

Menurut Gubernur Ganjar Pranowo, pemberian dana itu sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Jateng terhadap kondisi guru madrasah agar semakin bermutu dan profesional dalam mendidik generasi ke depan.

“Kami ingin generasi nantinya menjadi manusia baik, mempunyai pemahaman baik tentang kehidupan. Bantuan ini juga karena para guru yang mengajarkan keagamaan belum semua ter-cover Kementerian Agama,” katanya dalam dialog interaktif Mas Ganjar Menyapa (MGM) dengan tema Insentif untuk Guru Madrasah Diniyah di Puri Gedeh, Selasa (22/1).

Hosting Unlimited Indonesia

Pola pencairannya menurut Ganjar, sama seperti dana hibah lainnya melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jateng. Para penerima akan menerima dana itu melalui rekening dan alamat yang sudah didata sebelumnya. 

“Ada 170.949 guru madin, TPQ dan ustadz-ustadzah pondok pesantren yang terverifikasi Kemenag,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Taj Yasin yang turut dalam kegiatan Mas Ganjar Menyapa berharap, para guru madin, TPQ dan pengasuh pondok pesantren membantu penguatan paham Islam rahmatan lil ‘alamin.

“Semoga, dengan bantuan ini  bermanfaat dan tidak ada keluh kesah lagi dari para guru maupun ustad. Pondok pesantren, madrasah di Jateng ini penyumbang pendidikan keagamaan terbesar ketiga di Indonesia sejak sebelum kemerdekaan,” katanya.

Sehingga menurut Gus Yasin, sapaan akrab Taj Yasin, para kiai jaman dahulu berinisiatif membangun negara dengan agama. Para penerus dan santri pun harus dikembalikan pemahamannya.

“Di Rembang, Batang, Tegal, Batang, Pekalongan, Kudus, Kebumen bantuan seperti itu sudah dilakukan melalui pemerintah setempat. Ketika sudah berikan bantuan, kita ajak kerjasama untuk menanggulangi paham radikal,” tandasnya.

Di akhir acara, Ganjar berpesan kepada para guru madin, TPQ dan pengasuh pondok pesantren untuk selalu memberikan pengajaran yang baik, begitu pula dengan para santri dan siswa untuk mengormati guru. Sehingga terwujud rasa saling peduli dan memahami. (Ahsan Fauzi/Fathoni)

Artikel Ini Telah Dimuat: NU Online

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.