Gubernur Jateng Dukung Program LPBI NU
Loading...

ARRAHMAH.CO.ID

Semarang,

Pengurus Wilayah Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di kantornya, Selasa (22/1).

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar mengapresiasi keberadaan LBPI NU. Menurutnya banyak hal yang bisa dilakukan LPBI NU dalam pencegahan maupun penanganan bencana di provinsi ini. Apalagi, lembaga ini berada dibawah naungan organisasi kemasyarakatan (ormas) besar, NU.

Loading...

“NU sendiri punya Lembaga Ma’arif dan punya banyak sekolah. Lewat sekolah-sekolah ini upaya sosialisasi maupun pencegahan bencana bisa dilakukan LPBI NU, termasuk mengenalkan pengetahuan bencana bagi para siswa,” ujarnya.

Ganjar juga sangat mendukung gagasan LPBI NU mengenai perubahan iklim. Termasuk keberadaan bank sampah yang digagas lembaga ini.  “Kita di provinsi juga sudah mengurangi plastik. Lihat saja di ruangan ini (ruangan gubernur), air minum tidak dalam kemasan plastik. Tapi di teko, menuangkan sendiri ke gelas yang kita sediakan,” katanya.

LPBI NU, kata Ganjar, juga tak harus melulu terlibat dalam hal kebencanaan. Lembaga ini menurutnya bisa terlibat dalam penanganan ancaman penyakit Demam Berdarah Dengau (DBD). Dengan lembaga yang terstruktur dari wilayah hingga kabupaten dan kota, LPBI NU bisa mengajak Nahdliyin untuk menjadi pemantau jentik nyamuk.

“Minimal satu rumah satu pemantau, sehingga ancaman DBD ini bisa ditekan,” bebernya.

Ganjar juga mengatakan dirinya sudah terbiasa dengan dunia kerelawanan. Bahkan dia pernah ditugasi untuk memimpin lembaga relawan bencana. “Saat itu kita ikut terlibat dalam penanganan bencana gempa Yogyakarta,” terangnya.

Sementara itu, Ketua LPBI NU Jateng Winarti mengatakan, audiensi ini bagian dari silaturahmi dengan semua pihak. Selain mengenalkan keberadaan LPBI, juga membangun sinergi utamanya dalam pencegahan maupun penanganan bencana.

Winarti menambahkan, lembaga ini mempunyai misi terwujudnya tatanan masyarakat yang memiliki ketahanan terhadap dampak bencana dan perubahan iklim. “Tentunya beberapa hal harus kita kuatkan, semisal peningkatan kemampuan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan risiko bencana yang terintegrasi dengan perubahan iklim dan lingkungan,” tandasnya. (Red: Kendi Setiawan)

 

Artikel Ini Telah Dimuat: NU Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.