Guru Harus Cinta pada Pekerjaan dan Lembaganya

ARRAHMAH.CO.ID

Tanggamus,
Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, Lampung H M Hasan Basri menjelaskan bahwa salah satu kompetensi utama yang berkaitan dengan kepribadian seorang guru adalah memiliki etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri.

“Untuk memiliki kompetensi utama ini, seorang guru harus memiliki kecintaan, integritas kepada lembaga pendidikan tempat dimana ia mengabdikan diri dalam memberikan pembelajaran yang bermutu kepada peserta didiknya,” kata Hasan, Jumat (11/1) mengutip Buku 2 Pedoman Penilaian Kinerja Guru yang diterbitkan Dirjen PMPTK Tahun 2012.

Untuk mewujudkan hal ini, lembaga pendidikan harus menanamkan rasa memiliki guru terhadap lembaganya dengan berbagai upaya di antaranya pembinaan dan penguatan kepada pendidik dan tenaga kependidikan yang dimilikinya melalui pelatihan dan pendidikan (Diklat) atau workshop.

Terkait dengan hal ini, Hasan mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh salah satu MA swasta favorit di Kabupaten Tanggamus yang diharapkan menjadi inspirasi madrasah aliyah lainnya untuk dapat melakukan pembinaan terhadap guru dan tenaga Kependidikan (GTK) di masing-masing madrasahnya.

Adalah MA Al-Ma’ruf Margodadi Kecamatan Sumberejo,Tanggamus yang pada tahun 2019 mengawali kegiatan pembelajaran dengan Workshop Pengembangan GTK. Kegiatan yang mengangkat tema Sense of Belonging dalam Organisasi ini adalah  upaya lembaga tersebut meningkatan kompetensi guru, terutama kompetensi kepribadian.

Pada workshop yang dilaksanakan Sabtu (5/1) di Meeting Room Hotel 21 Kecamatan Gisting in,  diikuti 42 peserta dan menghadirkan narasumber utama Darmadi, guru madrasah prestasi tingkat nasional dari Provinsi Lampung.

Guru dengan gelar doktor ini menjelaskan bahwa untuk menumbuhkan rasa memiliki bisa dilakukan  melalui cara di antaranya dengan menciptakan hubungan emosional terhadap seluruh anggota, memiliki misi dan tujuan yang sama serta mendorong hubungan sosial yang positif;

“Lembaga juga harus memberi kesempatan yang sama untuk semua anggota. Komunikasi terbuka dan saling menghormati antar anggota juga bisa menumbuhkan rasa memiliki,” jelasnya.

Workshop penyegaran ini berbeda dari kegiatan sejenisnya karena di dalamnya dikemas dalam bentuk permainan yang dapat meningkatkan motivasi berprestasi serta menjalin kebersamaan di antara sesama GTK. (Red: Muhammad Faizin)

Artikel Ini Telah Dimuat: NU Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.