Nyai Nihayah, Sosok Hebat di Balik KH Ahmad Shiddiq
Loading...

ARRAHMAH.CO.ID

Jember,
Kesuksesan KH Ahmad Shiddiq sebagai seorang  pemimpin, tak bisa dilepaskan dari sosok yang sangat setia mendampinginya dalam suka dan duka, yaitu Nyai Nihayah Ahmad Shiddiq, istrinya. Kepergian Nyai Nihayah ke alam barzah, tidak hanya  membuat banyak orang merasa kehilangan, namun juga menyebabkan  jejak dan rekaman-rekaman lama tentang perannya sebagai pendamping sang suami, terbuka kembali.

“Terus terang, beliau  adalah sosok hebat di balik kesuksesan  KH Ahmad Shiddiq baik sebagai tokoh nasional maupun sebagai Rais Am PBNU,” tukas Katib Syuriyah PCNU Jember, MN Harisudin kepada di sela-sela menghadiri pemakaman Nyai Nihayah Ahamd Shiddiq, Jumat (11/1) pagi.

Nyai Nihayah, dalam pandangan Harisudin, adalah seorang  muahrrikah, yaitu aktifis perempuan yang terus berjuang mengibarkan panji-panji Islam yang rahmatal lil ‘alamin. Ia tak kenal lelah mengabdi untuk masyarakat dan NU melalui pengajian maupun pemberdayaan masyarakat.

Loading...

“Kita sebagai penerusnya harus melestarikan perjuangan KH Ahmad Shiddiq dan Ibu Nyai Nihayah,” lanjutnya.
Selain dikenal sebagai aktifis dan pengasuh Pesantren ASHTRA Jember, Nyai Nihayah juga dikenal sebagai sosok yang sederhana, mengayomi umat, perhatian kepada anak-anak muda NU,  dan sekaligus dermawan. Kesaksian ini diungkapkan oleh Pengurus PW IPNU Jawa Timur, Muhammad Najib.

Najib mengisahkan, pernah suatu ketika diri dan rekan-rekannya berkunjung ke rumah Nyai Nihayah. Ia pun menyambut Najib dan rekan-rekannya dengan hangat. Selain diberi nasehat, mereka juga diberikan uang  untuk kegiatan IPNU.

“Pernah sekali, sowan agenda IPNU ke beliau. Kami diberi nasehat,  juga uang untuk IPNU,” jelasnya via telepon seluler kepada .

Nyai Nihayah dimakamkan di pemakaman Al-Ghofilin. Sebuah kompleks pemakaman keluarga yang berlokasi di sebelah barat masjid Al-Ghofilin, Talangsari, Jember, Jawa Timur.

Para pelayat yang berjubel, memadati  masjid hingga area pemakaman, menjadi bukti bahwa masyarakat merasa sangat kehilangan. Talqin yang dibacakan puteranya, KH Firjoun Barlaman  dengan tegar dan khusyu’ tidak hanya menandakan kerelaan diri dan saudara-saudaranya melepas kepergian   Nyai Nihayah, namun juga menggambarkan kesiapannya untuk meneruskan perjuangan sang ibu tercinta (Aryudi AR/Syakir NF).

Artikel Ini Telah Dimuat: NU Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.