Beranda Nahdlatul Ulama Kilas 2018: Jamal Khashoggi Dibunuh, Saudi Rombak Kabinet

Kilas 2018: Jamal Khashoggi Dibunuh, Saudi Rombak Kabinet

13
0
Hosting Unlimited Indonesia

ARRAHMAH.CO.ID

Jakarta,

Pembunuhan Jamal Khashoggi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu menjadi salah satu pembicaraan dunia internasional yang ‘paling hangat’ sepanjang 2018. Pada saat itu, Khashoggi datang ke Konsulat Saudi di Istanbul pada siang hari untuk mengurus dokumen pernikahannya. Namun, hingga sore hari ia tidak kunjung keluar.

Hatice Cengiz, tunangan Khashoggi, yang menunggu di luar Konsulat bertanya kepada para penjaga keamanan Konsulat Saudi, namun mereka mengatakan kalau Khashoggi sudah keluar beberapa jam setelah memasuki Konsulat. Sejak saat itu, Khashoggi dinyatakan ‘hilang’. Dan beberapa saat setelahnya, ada kabar kalau Khashoggi dibunuh.

Profil Khashoggi

Hosting Unlimited Indonesia

Khashoggi adalah salah satu dari jurnalis dan komentator politik Arab Saudi yang paling terkemuka. Khashogi pernah dekat dengan Kerajaan Arab Saudi. Ia merupakan mantan penasihat penasihat media untuk Pangeran Turki bin Faisal.

Khashoggi pernah kuliah jurnalisme di Universitas Indiana. Ia pernah berkarir di beberapa media dan surat kabar seperti Saudi Gazette, kabar Asharq Al-Awsat, Al-Wathan, dan Al-Arab.   

Kritis terhadap kebijakan Kerajaan

Khashoggi dikenal sangat kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Saudi. Diantaranya soal intervensi Saudi pada konflik yang terjadi di Yaman, penangkapan para aktivis dan ulama Saudi, kebebasan berpendapat, dan Ikhwanul Muslimin yang dinilai sebagai organisasi teroris.

Ia menyuarakan kritik-kritiknya terhadap pemerintah Saudi melalui beberapa tulisan. Dia menulis di banyak media, salah satunya di The New York Times. Khashoggi kemudian mengasingkan diri ke Amerika Serikat untuk menghindari penangkapan dari pihak Kerajaan Saudi atas segala komentar kritisnya. 

Dibunuh di Istanbul

Pihak Turki menyatakan, Jamal Khashoggi telah dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul. Salah satu pejabat Turki menyebut kalau Khashoggi meninggal dibunuh oleh 15 orang agen khusus Saudi di dalam Kedutaan Saudi di Istanbul. Dia juga mengatakan, pembunuhan Khashoggi telah direncanakan.

“Dia telah dibunuh dan tubuhnya dipotong-potong,” kata Kepala Asosiasi Media Arab-Turki, Turan Kislakci, dilansir The New York Times, Ahad (7/10). 

Saudi menyangkal

Konsul Jenderal (Konjen) Arab Saudi di Istanbul, Turki, Mohammad Al-Otaibi membantah tuduhan Turki tersebut bahwa Khashoggi dibunuh di dalam Konsulat Saudi. Dia mengatakan, Khashoggi langsung keluar gedung Kedutaan selepas menyelesaikan urusannya pada hari itu juga, Selasa 2 Oktober.

“Saya juga ingin mengonfirmasi bahwa Jamal tidak ada di konsulat maupun di Kerajaan Arab Saudi, dan pihak Konsulat juga Kedutaan Besar berupaya untuk mencarinya,” kata Al-Otaibi, dikutip dari laman Arab News, Senin (8/10).

Khashoggi dibunuh atas permintaan ‘pimpinan tertinggi’ Saudi

Setelah melakukan serangkain penyelidikan, seorang pejabat senior di Otoritas Keamanan Turki menyimpulkan bahwa Khashoggi dibunuh atas permintaan ‘pimpinan tertinggi’ Saudi. Pembunuhan Khashoggi dilakukan oleh agen khusus Saudi dengan cepat, dua jam setelah ia memasuki gedung Konsulat.

“Ini seperti Pulp Fiction,” kata pejabat tersebut menggambarkan peristiwa pembunuhan Jamal Khashoggi dengan film kriminal Amerika Serikat yang tayang pada 1994 tersebut, dilansir The NewYork Times, Rabu (10/10).

Dilaporkan bahwa Khashoggi dibunuh 15 orang agen khusus Saudi yang datang tepat pada hari dimana sang jurnalis hilang. Beberapa jam kemudian, 15 agen khusus Saudi tersebut meninggalkan gedung Konsulat Saudi. Disebutkan bahwa mereka berasal dari dinas keamanan Saudi.

Kedatanangan den kepergian 15 agen Saudi

Merujuk Sabah –surat kabar berbahasa Turki- sebagaimana dilaporkan Reuters, Rabu (10/10), 15 agen Saudi itu tiba di Turki pada 2 Oktober dengan menggunakan jet sewaan milik Sky Prime Aviation, sebuah maskapai untuk pesawat sewaan yang bermarkas di Riyadh.

Diberitakan bahwa 15 agen Saudi tersebut menginap di dua hotel yang terpisah, meski demikian letaknya berdekatan dengan gedung Konsulat Saudi di Istanbul. Sembilan orang menginap di Hotel Movenpick, sementara sisanya tidur di Hotel Wyndham Grand. 

Mereka terlihat meninggalkan gedung Konsulat beberapa jam setelah Jamal Khashoggi masuk ke dalam gedung. Saat meninggalkan Turki, mereka juga menggunakan pesawat yang sama, dengan penerbangan Sky Prime Aviation, dengan empat jadwal penerbangan yang berbeda. 

Kontra-narasi

Tunangan Jamal Khashoggi, Hatice Cengiz, mengaku heran dengan kontra narasi yang berkembang terkait kasus Khashoggi. Misalnya narasi yang meragukan kalau Jamal Khashoggi benar-benar masuk gedung Konsulat Saudi di Istanbul. Hatice menuduh, kontra narasi dan fitnah yang dialamatkan kepada dirinya dilakukan oleh media-media yang didukung Kerajaan Saudi. 

“Hal ini tentu sangat menyedihkan. Respons seperti ini sendiri menunjukkan bahwa ada banyak kecurigaan soal kasus ini,” kata Hatice, kantor berita Turki, Anadolu Agency, Kamis (11/10).

Mendagri Saudi bantah keterlibatan ‘pimpinan Saudi’

Kasus ‘pembunuhan’ membuat banyak spekulasi, salah satunya adalah tuduhan bahwa ‘pimpinan Saudi’ terlibat dalam operasi ‘pembunuhan’ Khashoggi.

Menteri Dalam Negeri Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Naif bin Abdulaziz, membantah secara tegas bahwa Jamal Khashoggi dibunuh atas perintah ‘pimpinan Saudi’ di dalam gedung Konsulat. Baginya, tuduhan tersebut adalah sebuah hal yang tidak benar dan tidak berdasar. Demikian kata Pangeran Abdulaziz bin Saud sebagaimana diberitakan kantor berita Saudi, SPA, Sabtu (13/10). 

Konjen Saudi dicopot

Konsul Jenderal Arab Saudi di Istanbul Turki Muhammad al-Otaibi dicopot dari jabatannya. Rencananya, ia juga akan diselidiki dan dimintai keterangan perihal hilangnya jurnalis asal Saudi, Jamal Khashoggi (59), yang hilang di Konsulat pada 2 Oktober lalu.

Pencopotan al-Otaibi tersebut diberitakan oleh surat kabar daring Saudi, Sabq, sebagaimana dilaporkan media Turki, Hurriyet Daily, Kamis (18/10). Al-Otaibi dicopot saat dia tengah berada di Saudi. Buntut dari kasus Khashoggi ini, Saudi juga memecat penasihat Kerajaan al-Qahtani dan wakil kepala intelijen Ahmed al-Asiri.

Boikot konferensi investasi di Saudi

Para bos perusahaan besar dan pejabat asing secara berjamaah membatalkan keikutsertaannya dalam acara konferensi investasi yang akan digelar di Riyadh Arab Saudi pada 23-25 Oktober.

Pejabat yang memboikot acara konferensi investasi di Saudi diantaranya Kepala Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde dan Menteri Perekonomian Prancis Bruno Le Maire.

“Saya tak akan pergi ke Riyadh pekan depan,” tegasnya pada saluran televisi Prancis, Public Senat TV, dilansir Press TV, Kamis (18/10).

Sementara para bos perusahaan besar yang tidak hadir dalam acara tersebut adalah CEO MasterCard Ajay Banga, bos HSBC John Flint, dan CEO Credit Suisse Tidjane Thiam. Kemudian ada CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon, CEO London Stock Exchange David Schwimmer, bos BNP Paribas Jean Lemierre, CEO Uber Dara Khosrowshahi, bos Ford Bill Ford, dan miliarder Inggris Richard Branson. 

Tidak hanya para bos dan pejabat, beberapa media internasional seperti The New York Times, CNBC dan Financial Times, CNN, Bloomberg, dan The Economist yang memboikot agenda konferensi tersebut. Mereka menarik eksekutif atau jurnalisnya yang seharusnya bertugas di acara tersebut.

Saudi akui Khashoggi terbunuh

Otoritas Saudi mengakui bahwa Jamal Khashoggi meninggal di Konsulat setelah terlibat perkelahian. Namun demikian, Saudi tidak menyebutkan dimana jenazah Jamal Khashoggi saat ini.

Jaksa Agung Saudi Sheikh Saud al-Mojeb mengatakan, Jamal Khashoggi tewas setelah ‘diskusi’ dengan orang-orang di Konsulat. Namun diskusi tersebut berubah menjadi pertengkaran. 

“Investigasi masih terus berlangsung dan 18 warga Saudi telah ditangkap,” kata al-Mojeb, dilansir laman Aljazeera, Sabtu (20/10), sebagaimana diberitakan kantor berita resmi Kerajaan, SPA.

Mencari jenazah Khashoggi

Saudi telah mengakui kalau Khashoggi terbunuh di dalam Konsulat. Namun, hingga hari ini jenazah tidak diketahui dimana. Menteri Luar Negeri Saudi Adel Al-Jubeir mengatakan, pihaknya tidak mengetahui dimana jenazah Jamal Khashoggi. Ia menegaskan akan mengungkap kasus Jamal Khashoggi dan menghukum orang-orang yang terlibat.

“Kami tidak tahu di mana jenazahnya (Jamal Khashoggi). Kami bertekad untuk mengungkapkan semuanya. Kami bertekad untuk menghukum orang-orang yang bertanggung jawab atas pembunuhan ini,” kata Al-Jubeir kepada Fox News, sebagaimana dilansir Reuters, Senin (22/10).

Otoritas Turki menduga, jasad sang jurnalis dibuang ke dua lokasi yang dicurigai; kawasan hutan Belgrad di pinggir Istanbul atau pinggiran dekat kota Yalova, 90 kilometer sebelah selatan Istanbul.

Elite Saudi ramai-ramai ucapkan belasungkawa

para elite Saudi ramai-ramai mengucapkan belasungkawa kepada keluarga Jamal Khashoggi yang ada di Jeddah. Dikutip laman Arab News, Senin (22/10), kantor berita resmi Kerajaan, SPA, melaporkan bahwa Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman menelepon anak laki-laki Jamal Khashoggi untuk menyampaikan simpatinya atas meninggalnya Jamal Khashoggi.

“Kami merasakan kepedihan mereka. Saya berharap hal ini tidak pernah terjadi dan seharusnya bisa dihindari. Namun sayangnya ada sebuah kesalahan besar yang terjadi. Saya pastikan mereka akan bertanggung jawab untuk kematian Khashoggi,” kata Menteri Luar Ngeri Saudi, Adel al-Jubeir, dikutip laman CNN, Senin (22/10).

Saudi akui pembunuhan Khashoggi terencana

Sebelumnya Saudi membantah pembunuhan Khashoggi. Bebera hari setelahnya, Saudi mengakui Khashoggi terbunuh di dalam Konsulat. Kemudian, Saudi mengakui kalau pembunuhan Khashoggi telah direncanakan. Demikian disampaikan Jaksa penuntut umum Arab Saudi.

“Investigasi masih terus berlangsung dan 18 warga Saudi telah ditangkap,” kata Jaksa Agung Saudi Sheikh Saud al-Mojeb, dilansir laman Aljazeera, Sabtu (20/10), sebagaimana diberitakan kantor berita resmi Kerajaan, SPA.

Turki-Saudi rebutan mengadili tersangka pembunuh Khashoggi

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan agar Saudi mengekstradisi para tersangka dalam pembunuhan Jamal ke Turki. Menurutnya, para tersangka tersebut harus dihukum atas tidak kriminal yang terjadi di Turki.

“Insiden ini terjadi di Istanbul. Jadi, serahkan mereka (para tersangka) kepada kami dan biarkan kami mengadili mereka,” tegas Erdogan, dikutip laman Reuters, Sabtu (27/10).

Sementara, Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir menegaskan kalau para tersangka pembunuhan Jamal Khashoggi akan diadili di Saudi. 

“Untuk isu ekstradisi, para individu-individu ini merupakan warga negara Saudi. Mereka ditahan di Arab Saudi dan penyelidikannya di Arab Saudi dan mereka akan diadili di Arab Saudi,” tegas Al-Jubeir, dilansir AFP, Sabtu (27/10).

Inggris tahu operasi pembunuhan Khashoggi

Intelijen Inggris, MI6, dilaporkan mengetahui adanya rencana pembunuhan Jamal Khashoggi. Disebutkan,Inggris mengetahui hal itu beberapa pekan sebelum operasi tersebut dilaksanakan di Konsulat di Istanbul Turki pada 2 Oktober lalu. Pihak intelijen Inggris mengetahui operasi tersebut pada pekan pertama September. Inggris juga dikabarkan mencegah operasi tersebut, namun tidak dihiraukan Saudi.

Laporan tersebut diberitakan sebuah tabloid di Inggris, The Sunday Express, via kantor berita Anadolu dan Hurriyet, Senin (29/10). Laporan tersebut ditulis oleh Marco Giannangeli.

Jenazah Khashoggi, dimutilasi dan dilarutkan

Sebuah media propemerintahan Turki, Sabah, sebagaimana dikutip laman Aljazeera, Senin (5/11), melaporkan bahwa jenazah Jama Khashoggi dimutilasi. Kemudian potongan-potongan tubuhnya ditempatkan di lima koper berbeda. 

Koper-koper yang diduga berisi potongan tubuh Jamal Khashoggi tersebut dibawa dari gedung Konsulat Saudi di Istanbul ke rumah dinas Konsul Jenderal (Konjen) Saudi pada 2 Oktober, hari dimana Khashoggi terbunuh. Jarak antara gedung Konsulat dan rumah Konjen Saudi hanya berjarak sekitar 200-an meter.

Dikabarkan juga kalau jenazah Jamal Khashoggi dibuang ke pipa saluran usai dibunuh dan dilarutkan dengan zat asam. Laporan ini diturunkan media propemerintahan Turki, Sabah, sebagaimana dikutip AFP, Sabtu (10/11).

Sabah menyatakan kalau ada zat asam di pipa-pipa saluran di komplek Konsulat Saudi. Zat asam tersebut ditemukan dari sampel yang diambil dari pipa-pipa tersebut. Sebelumnya, tim penyelidik Turki juga menduga kalau jenazah Jamal Khashoggi dilarutkan sehingga menjadi cairan dan dibuang ke pipa-pipa.

Saudi akui jenazah Khashoggi dimutilasi

Wakil Jaksa Penuntut Umum dan juru bicara kantor jaksa Saudi, Shaalan al-Shaalan, mengatakan kalau Jamal Khashoggi tewas setelah disuntik bius dengan dosis mematikan di gedung Konsulat Saudi di Istanbul Turki pada 2 Oktober lalu. 

Tidak hanya itu, Shaalan juga menyebutkan kalau jenazah Jamal Khashoggi dimutilasi, setelah dibunuh. Kemudian jenazahnya dibawa keluar dari gedung Konsulat. Demikian laporan terbaru sebagaimana yang diberitakan Reuters, Kamis (15/11). Shaalan menambahkan, potongan-potongan tubuh Jamal Khashoggi lalu diserahkan kepada agen lokal Turki di luar halaman Konsulat.

Shalat ghaib untuk Khashoggi digelar di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Shalat ghaib untuk Khashoggi digelar di Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi Madinah. Di Masjid Nabawi, shalat ghaib untuk Jamal Khashoggi diadakan pada waktu subuh. Salah Khashoggi, anak dari Jamal Khashoggi, hadir dalam shalat di Masjid Nabawi tersebut.

Sementara, di Masjidil Haram shalat ghaib untuk Jamal diselenggarakan setalah Shalat Jumat. Tidak hanya itu, shalat ghaib juga digelar di Masjid Fatih Istanbul Turki, kota dimana Jamal Khashoggi dihabisi. Demikian dilaporkan Aljazeera, Jumat (16/11).

CIA: MBS ‘dalang’ pembunuhan Khashoggi

Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat, CIA, melaporkan kalau Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman adalah orang yang memerintahkan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Seorang pejabat anonim CIA mengemukakan, perintah pembunuhan Jamal Khashoggi datang langsung dari Putra Mahkota Saudi. Demikian laporan yang diberitakan The New York Times, Sabtu (17/11). CIA juga menyimpulkan kalau pembunuhan Jamal Khashoggi tidak akan terjadi tanpa persetujuan dari Muhammad bin Salman. Mengapa? Karena Muhammad bin Salman adalah orang memiliki kekuasaan yang besar atas Saudi.

CIA mengungkapkan kesimpulan tersebut setelah meneliti berbagai data intelijen. Diantaranya sadapan percakapan telepon antara Jamal Khashoggi dan Khalid bin Salman, adik Muhammad bin Salman yang merupakan Dubes Saudi untuk AS. 

Sean Penn buat film pembunuhan Khashoggi

Seorang aktor Hollywood dan aktivis Sean Penn dilaporkan tengah membuat film dokumenter tentang pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi, yang dibunuh di Kedutaan Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Sebagaimana diberitakan kantor berita Anadolu dan Aljazeera Penn bersama dengan 10 orang timnya, termasuk pengawalnya, datang ke Konsulat Saudi untuk syuting pada Rabu (5/12). Penn dan timnya juga terlihat di depan rumah resmi Konsul Jenderal Saudi.

Film dokomenter yang dibuat Penn ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran publik internasional terkait pembunuhan Jamal Khashoggi.

Raja Salman rombak kabinet

Raja Salman merombak kabinet Kerajaan Arab Saudi secara besar-besaran. Pada Selasa (25/12), Raja Salman mengangkat mantan menteri keuangan, Ibrahim al-Assaf, untuk menjadi untuk menjadi menteri luar negeri yang baru, menggantikan Adel al-Jubeir.

Sebagaimana laporan Reuters, Jumat (28/12), pergantian menteri luar negeri itu dimaksudkan untuk memperbaiki citra Arab Saudi setelah tercoreng kasus pembunuhan Jamal Khashoggi dan kebijakan Saudi terhadap Perang Yaman. 

Raja Salman juga menunjuk Pangeran Abdullah bin Bandar bin Abzulaziz untuk menjadi Kepala Garda Nasional, menggantikan Pangeran Miteb bin Abdullah. Sementara Jenderal Kalid bin Qirar al-Harbi diangkat menjadi kepala keamanan umum dan Musaed al-Aiban ditunjuk sebagai penasihat keamanan nasional.  

Sebelumnya, Saudi mengumumkan pembentukan tiga badan pemerintah baru pada 20 Desember lalu. Ketiga badan pemerintah baru tersebut adalah yakni, strategi dan pengembangan, urusan legal dan hukum, serta evaluasi operasional dan internal. 

Tiga departemen ini bertugas untuk menyesuaikan keamanan kebijakan nasional, regulasi HAM, dan hukum internasional. Disinyalir, perombakan di badan intelijen Arab Saudi dilakukan setelah kasus pembunuhan Jamal Khashoggi terungkap. (Red: Muchlishon)

Artikel Ini Telah Dimuat: NU Online

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.