Beranda Nahdlatul Ulama Kaderisasi Mampu Bangkitkan Kiprah NU Pringsewu

Kaderisasi Mampu Bangkitkan Kiprah NU Pringsewu

15
0
Hosting Unlimited Indonesia

ARRAHMAH.CO.ID

Pringsewu,
Pengkaderan menjadi bagian langkah strategis dalam sebuah organisasi. Dengan terus melakukan kaderisasi secara intensif, eksistensi sebuah organisasi akan dapat terus terjaga sehingga visi dan misi yang diemban akan dapat terus direalisasikan.

Inilah yang mendasari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu kembali menggelar kegiatan pengkaderan berupa Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) untuk angkatan yang ke dua.

“NU harus kuat baik secara jamiyyah maupun jamaah dan melalui PKPNU ini NU Pringsewu merasakan kiprah para kader sudah terasa dan terlihat. Setelah PKPNU angkatan pertama dilakukan pada pertengahan 2018, NU Pringsewu terus bergerak cepat dalam mewujudkan amanah organisasi,” ungkap H Taufik Qurrohim, Ketua PCNU Pringsewu pada acara pembukaan di aula gedung NU, Jumat (21/12) siang.

Harapan juga disampaikan Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Lampung Maskut Chandranegara saat memberi sambutan pada acara yang dihadiri para instruktur PKPNU nasional ini. Maskut berharap setelah mengikuti kegiatan tersebut, para kader PKPNU memiliki militansi kuat untuk memajukan jamiyyah NU.

“Para kader punya tanggung jawab besar. Sehingga sesudah lulus pengkaderan ini harus benar-benar menjadi kader yang memiliki militansi untuk memajukan NU,” tegas Maskut kepada peserta yang akan mengikuti kegiatan selama 3 hari mulai 21-23 Desember 2018 ini.

Hosting Unlimited Indonesia

Pengkaderan laniutnya, harus mendapatkan perhatian serius dari setiap kepengurusan NU. Dengan pengkaderan yang baik para kader juga akan memiliki wawasan yang luas dan tidak mudah terombang-ambing oleh situasi yang tidak menentu di era media sosial saat ini.

“Kader yang berkualitas memiliki cakrawala berfikir luas dan tidak mudah termakan hoaks di era medsos saat ini. Apapun informasi yang ada di depan kita harus dicermati sebelum disampaikan kepada orang lain,” ingatnya kepada peserta yang bukan hanya dari pengurus NU, namun juga dari pengurus badan otonom dan lembaga seperti Muslimat, Fatayat, Maarif, Ansor, Banser, LAZISNU, IPNU dan IPPNU.

Sementara salah satu  instruktur nasional yang juga Sekretaris PWNU Jawa Tengah KH Hudalloh Ridwan mengungkapkan optimismenya jika daerah memiliki pengkaderan yang terstruktur dan periodik.

Berdasarkan fakta di lapangan, berbagai daerah di Indonesia yang telah menyelenggarakan PKPNU mampu menunjukkan grafik peningkatan kualitas organisasi yang ditunjukkan dengan kiprah para alumni kader PKPNU dalam memajukan NU.

“Hasil yang dibutuhkan dari PKPNU bukanlah kuantitas tapi kualitas. Di berbagai daerah sudah mulai masif melakukan PKPNU. Pondok pesantren, para kiai saat ini juga ingin di PKPNU,” kata Gus Huda yang setiap akhir pekan terus berkeliling Indonesia memberikan melakukan kaderisasi ini.

Padahal menurutnya, PKPNU merupakan kegiatan yang dilaksanakan tanpa alokasi anggaran dana dari NU. Tidak seperti program Bela Negara dengan anggaran miliaran rupiah yang digelontorkan oleh negara. Namun hal ini tidak menyurutkan antusiasme warga NU untuk secara swadaya menggelar PKPNU.

“PKPNU adalah hidayah. Kader PKPNU adalah tentara Rasulullah di muka bumi ini. NU akan kuat dengan pengkaderan melalui PKPNU,” tandasnya. (Muhammad Faizin)

Artikel Ini Telah Dimuat: NU Online

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.