ARRAHMAH.CO.ID

Jombang,

Waskitho Arif Rohman terlihat sibuk menggambar di atas kertas putih berukuran  30 cm x 40 cm. Tangan kanannya tampak telaten menggambar di atas kertas berulang-ulang kali hingga membentuk sketsa wajah. Karya tersebut digambar menggunakan pensil dan kadang menggunakan cat.

Begitu lah kesibukan setiap hari alumni Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin Bahrul Ulum tersebut di galeri miliknya yang terletak di Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Waskito menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan pesanan dari kliennya.

“Dalam beberapa tahun terakhir saya serius menekuni bisnis kerajinan sketsa wajah. Sebenarnya, kegiatan ini sudah saya lakukan sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama dulu. Hanya saja akhir-akhir ini lebih aktif,” katanya, Rabu (05/12).

Mahasiswa Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah Tambakberas, Jombang bercerita awalnya ia hanya iseng-iseng membuat kerajinan sketsa wajahnya. Ia merasa nyaman dan bebas saat menggores pensil di atas kertas.

Setelah selesai menggambar, ia memposting karyanya di sosial media dan ternyata banyak yang tertarik. Bahkan sebagian langsung siap mengirim ongkos pembuatan sketsanya. Mulai dari sanalah, satu persatu pelanggannya terus bertambah. Dan bisa menghasilkan uang jutaan dalam sebulan.

“Selain media sosial seperti facebook, instagram, WatshApp, saya juga memasarkan ke teman-teman terdekat. Sebagai ajang promosi juga. Harganya juga murah, mulai Rp 90.000 sampai Rp 150.000,” ujar Waskitho.

Menurut Waskito, untuk menggambar sketsa wajah paling cepat butuh waktu 5 jam. Namun cepat dan lamanya pembuatan sketsa wajah juga tergantung tingkat kerumitan objek yang digambar. Bila sketsa wajah yang digambar harus detail, terkadang pembuatannya bisa sampai dua hari.

Waskitho menambahkan jika dirinya memang sudah memiliki bakat melukis sejak kecil. Namun semakin dewasa akhirnya nyaman dengan sketsa wajah. Hingga kini, ia sudah menggambar wajah orang dengan jumlah cukup banyak.

“Kita juga menerima pesanan sketsa wajah pahlawan nasional dan tokoh besar, seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul wahab Hasbullah dan Soekarno,” ungkapnya.

Waskhito suatu hari nanti memimpikan memiliki galeri yang luas untuk berkarya. Selain luas, juga menjadi pusat kegiatan para pecinta seni untuk berkarya. Dengan begitu, diantara para seniman ini bisa bertukar pikiran dan berbagi cerita.

“Di masa depan, semoga galerinya dan karyanya bertambah,” tandasnya. (Syarif Abdurrahman/Abdullah Alawi)

Artikel Ini Telah Dimuat: NU Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.