Beranda Nahdlatul Ulama Begini Cara Unit Kajian Islam STAINU Berantas Radikalisme di Kampus

Begini Cara Unit Kajian Islam STAINU Berantas Radikalisme di Kampus

2
0
Hosting Unlimited Indonesia

ARRAHMAH.CO.ID

Temanggung,

Unit Kajian Islam (UKI) Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggung, Jawa Tengah berkomitmen melawan gerakan radikal dalam hal fikrah (pemikiran), aqidah (keyakinan), amaliyah (tradisi) dan harakah (gerakan). Hal itu terungkap pada kegiatan Malam Keakraban (Makrab) dan Penerimaan Anggota Baru, Kamis (1/11) di aula kampus setempat.

 

Ketua Program Studi Al-akhwal Al-syakhsiyah, Sumarjoko mengatakan sebelum UKI lahir dulunya ada yang namanya Lembaga Dakwah Islam (LDI). “Sebelum itu sudah ada, kurang lebih tujuh kampus yang terinfeksi radikalisme. Diharapkan, agar UKI tidak hanya moderat, tapi juga jangan mudah terbawa arus,” tegasnya.

Hosting Unlimited Indonesia

 

Jadi, UKI harus bisa menempatkan diri di tengah, kata dia, dengan memegang prinsip tawazun, tasamuh, i’tidal. “Tujuannya agar radikalisme tidak mudah masuk ke dalam kampus,” paparnya.

 

UKI diharapkan tidak hanya mencari ilmu, kata dia, tidak hanya dari satu sudut pandang tapi dari berbagai sudut lain. “Jadi jangan hanya berpedoman dengan Al-Quran dan hadis, tapi dari kitab yang lain. Termasuk kitab-kitab kuning, karena banyak masalah baru lahir yang di Al-Quran masih umum dan belum ditemukan dasar solusinya,” kata dia.

 

Pembukaan kegiatan ini dihadiri puluhan peserta, serta dihadiri perwakilan dari tiap Unit Kajian Mahasiswa (UKM). Selain Sumarjoko Ketua Program Studi AS, hadir pula M Fadloli Alhakim  selaku dosen pembina UKM Olahraga dan dosen PGMI STAINU Temanggung.

 

M Farikin, Ketua UKI STAINU Temanggung dalam sambutannya mengatakan tujuan diadakannya kegiatan agar bisa menjalin ukhuwah islamiyah di kampus tersebut. “Sebagai mahasiswa, harus bisa memanfaatkan fasilitas yang ada untuk menuntut ilmu sebanyak mungkin, dan semua mahasiswa aktif dalam organisasi agar bisa menjadikan kampus STAINU menjadi lebih baik lagi,” harapnya.

 

Ketika mahasiswa aktif dalam organisasi, kata dia, maka akan menjadikan kampus yang lebih berwarna. “Dengan mengadakan berbagain kegiatan seperti kegiatan hari ini, juga diharapkan mahasiswa bisa memberikan kritik baik terhadap akademik, mahasiswa, maupun dosen,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Ahmad Yasin Presiden BEM STAINU Temanggung menambahkan, kegiatan menjadi sejarah bagi UKI. “Ini merupakan kegiatan makrab UKI yang pertama di STAINU Temanggung, dan kegiatan ini sekaligus menerima anggota baru,” katanya.

Diharapkan kegiatan ini nantinya bisa menjadikan anggota UKI menjadi lebih kompak lagi kedepannya, “Saya juga mewajibkan agar semua mahasiswa agar aktif di dalam organisasi sesuai dengan bidang masing-masing,” ujar dia.

 

Sementara itu, M Fadloli Alhakim menambahkan mahasiswa yang aktif di organisasi di STAINU Temanggung kebanyakan mengikuti satu organisasi, dan mereka tidak hanya menjadi anggota melainkan ikut dalam dua kepengurusan.

 

“Dulu ketika saya masih S1 tidak pernah ikut dalam organisasi. Nah dari situ saya sadar ketika hidup di masyarakat, karena organisasi itu sebagai bekal nantinya ketika sudah hidup di masyarakat,” katanya. 

Dia menyarankan agar UKI mengadakan mujahadah minimal satu bulan sekali yang diawali anggota UKI terlebih dahulu. Lalu dilanjut Porseni untuk lomba MQK dan MTQ yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. (Adi Astanto/Ibnu Nawawi)

Artikel Ini Telah Dimuat: NU Online

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.