Di Sidang Umum PBB, Presiden Palestina, Mahmoed Abbas: Yerusalem Tidak Dijual

0 115

ARRAHMAH – Di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Presiden Palestina, Mahmoud Abba, menyuarakan perjuangan Palestina, terutama terkait pencaplokan sepihak Israel atas Yerusalem baru-baru ini.

Mahmoud Abbas menyampaikan pidato sekitar 40 menit di Sidang Umum PBB, di New York, Amerika Serikat, pada Kamis (27/9/2018).

Pada pembuka pidatonya, dia mendeklarasikan Yerusalem tidak dijual. Dia juga menegaskan, hak rakyat Palestina bukan untuk ditawar-tawar.

“Yerusalem tidak dijual,” ucapnya disambut tepuk tangan hadirin, saat membuka pidatonya, seperti diwartakan Arab News.

“Hak rakyat Palestina tidak untuk ditawar,” imbuhnya.

Dia menuduh Amerika Serikat telah merusak solusi dua negara, dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Yerusalem dan memangkas bantuan untuk Palestina hingga lebih dari 500 juta dollar AS atau Rp 7,4 triliun.

Dia mengaku menyambut inisiatif perdamaian oleh presiden AS, namun dikejutkan dengan keputusan dan aksi yang jelas melawan komitmennya terkait proses damai.”Dengan semua keputusan, pemerintahan ini telah mengingkari semua komitmen AS sebelumnya, dan telah merusak solusi dua negara,” kata Abbas, dalam pertemuan tahunan para pemimpin dunia.

“Kami tidak akan menerima mediasi tunggal Amerika dalam proses perdamian,” ujarnya.

Abbas menilai, Trump menunjukkan tindakan bias terhadap Israel sejak berkuasa.

AFP mewartakan, Abbas telah menyerukan digelarnya konferensi internasional untuk meluncurkan kembali proses perdamaian dengan mediator baru yang menggantikan AS pada Februari lalu.

Pada Kamis kemarin, dia mengatakan tidak akan ada perdamaian tanpa kemerdekaan Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

“Kami tidak melawan negosiasi. Kami akan melanjutkan peran kami untuk perdamaian,” katanya.

Sebelumnya, Trump membuat komitmennya mengenai solusi dua negara terkait Yerusalem, saat bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu (26/9/2018).

“Jika Israel dan Palestina ingin solusi satu negara, itu tidak apa-apa bagi saya,” ucap Trump.

“Kalau mereka ingin solusi dua negara, itu juga tidak apa-apa. Saya senang, jika mereka senang,” imbuhnya. (Kompas.com)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...