Zakat Emas dan Perak

0 99

Barang berharga yang masuk kategori wajib zakat itu ada dua jenis yakni: emas dan perak. Dan syarat diwajibkannya zakat barang berharga ada lima: pemiliknya orang Islam, merdeka, kepemilikannya sempurna, mencapai nishab, dan genap satu tahun. (At-Tadzhib, hal. 93)

Asa usul kewajiban zakat barang berharga ini adalah firman Allah: “Dan orang-orang yang menumpuk emas dan perak, mereka itu tidak mau membelanjakan untuk kepentingan di jalan Allah, maka berilah kabar gembira kepada mereka dengan siksa yang pedih” (at-Taubah: 34).

Hadits riwayat al Bukhary (1339) di dalam tafsirnya, dari Ibnu Umar ra. Barang siapa yang menumpuk emas dan perak dan tidak mau menunaikan zakatnya, maka nerakalah baginya.

Hadits riwayat Muslim (978) dari Abi Hurairoh ra. ia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Tidak ada bagi pemilik emas atau perak yang tidak menunaikan haknya (zakat), kecuali nanti pada hari kiamat, dia akan diberi baju dengan baju berlapis dari api neraka. Dia dibakar di api neraka jahannam, maka mengelupas karenanya pinggang dan punggungnya. Ketika sudah dingin dikembalikan lagi kepadanya, pada suatu hari yang perkiraan waktunya seribu tahun, sampai ditetapkan di antara hamba, dan ditunjukkan jalannya, mungkin ke surga, mungkin ke neraka”.

Tidak Semua Emas dan Perak Kena Zakat

Perlu dipahami bahwa ketetapan zakat ini berlaku bagi emas yang tidak dijadikan perhiasan yang dipakai. Sebab, untuk emas atau perak yang dipakai di badan, maka tidak diwajibkan zakat.

Hal ini berdasarkan hadits riwayat al Baihaqy (IV/138) dan lainnya, dari Jabir ra. Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada kewajiban zakat untuk barang perhiasan”.

Perhiasan yang dimaksudkan di sini antara lain: cincin perak untuk lelaki, atau giwang dan lain-lain dari emas untuk wanita. Keduanya tidak dikenakan zakat.

Nisab Emas dan Perak

Nishab emas adalah 20 mitsqol (dinar), zakatnya seperempat puluhnya (dua setengah persen) yakni setengah mitsqol, setiap kali bertambah, maka zakatnya diperhitungkan sesuai dengan prosentasi dimaksud.

Hal ini didasarkan Hadits Riwayat Abu Dawud (1573) dan lainnya, dari Ali ra. dari Nabi saw beliau bersabda: “Tidak ada kewajiban apapun bagimu – yakni terhapad emas – sampai sejumlah 20 dinar, apabila sudah mencapai 20 dinar, dan sudah genap satu tahun, maka zakatnya setengah dinar, terhadap tambahan dari itu diperhitungkan demikian”.

Dinar sama dengan mitsqol, nilainya sekarang kira-kira sama dengan setengah lira lebih sedikit, mata uang Inggris.

Nishab perak adalah 200 dirham, zakatnya seperempat puluhnya, yakni lima dirham, setiap ada tambahan, maka zakatnya diperhitungkan demikian.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Kitab Abu Bakar ra. tentang perak yang zakatnya seperempat puluhnya, berdasarkan sabda Nabi saw.: “Tidak ada zakat untuk perak yang kurang dari lima awaq”, diriwayatkan oleh al Bukhary (1413) dan Muslim (980), dengan lafadh dari Muslim. Awaq = 40 dirham.

Artikel Tentang Zakat Lainnya Bisa Dibaca Di Halaman – Zakat

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...