Harta Yang Wajib Dizakati

    73
    0

    Yang perlu dipahami bahwa ijtihad terkait harta yang dizakati berkembang pesat, terutama mulai akhir abad 19, memasuki abad ke 20. Perkembangan dunia ekonomi yang sangat berbeda dengan abad-abad sebelumnya memicu munculnya ijtihad-ijtihad ini.

    Jangan heran jika kemudian saat ini kita mendengar apa yang disebut zakat penghasilan atau zakat profesi. Ada pula zakat trading, zakat finance, zakat manufactur, zakat obligasi, zakat saham, zakat sukuk, dan seterusnya.

    Karena itu, boleh dikatakan, zakat adalah salah satu kewajiban agama, yang paling dinamis dalam ijtihadnya. Di sinilah yang juga menimbulkan silang pendapat (ikhtilaf) di antara ulama modern, antara yang mendukung ijtihad baru, dan yang mempertahankan zakat sebagaimana mulanya.

    Sebelum kita membahas bagaimana ijtihad-ijtihad baru terkait zakat, maka di awal ini, penjelasan mengenai harta yang wajib dizakati diambil dari penjelasan ulama klasik, menurut rujukan-rujukan yang ditulis sebelum abad 19. Diambilkan dari At-Tadzhib, hal 89-91

    Harta yang wajib dizakati disebutkan ada lima macam:

    Pertama, hewan ternak.

    Adapun hewan ternak yang diwajibkan zakat yaitu tiga jenis hewan, yakni: onta, sapi, dan kambing.

    loading...

    Dalil yang menunjukkan kewajiban membayar zakat tiga jenis hewan, beserta persyaratannya adalah Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari (1386) dari Annas ra. Dia diberi tugas sebagai kurir membawa surat untuk pergi ke Bahrain, pada awal surat tertulis: “بسم الله الرحمن الرحيم” selanjutnya ditulis, “Ini suatu kewajiban bersedekah yang difardlukan oleh Rasulullah saw. terhadap ummat Islam. Maka barang siapa yang meminta dari orang Islam sesuai dengan ketentuan maka hendaklah diberinya, dan barang siapa yang meminta di atas ketentuan jangan diberi ………”

    Di dalam hadits tersebut dijelaskan adanya tiga macam jenis hewan, serta penjelasan tentang nishabnya, dan berapa yang wajib dikeluarkan untuk zakat, masing-masing akan dijelaskan pada tempatnya.

    Kedua, barang berharga.

    Adapun barang berharga itu adalah emas dan perak.
    Asa usul kewajiban zakat barang berharga ini adalah firman Allah: “Dan orang-orang yang menumpuk emas dan perak, mereka itu tidak mau membelanjakan untuk kepentingan fii sabilillah, maka berilah khabar gembira kepada mereka dengan siksa yang pedih” (at-Taubah ayat 34).

    Hadits riwayat Bukhari (1339) di dalam tafsirnya, dari Ibnu Umar ra. Barang siapa yang menumpuk emas dan perak dan tidak mau menunaikan zakatnya, maka nerakalah baginya.

    Hadits riwayat Muslim (978), dari Abi Hurairoh ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada bagi pemilik emas atau perak yang tidak menunaikan haknya (zakat), kecuali nanti pada hari kiamat, dia akan diberi baju dengan baju berlapis dari api neraka, dia dibakar di api neraka jahannam. Maka mengelupas karenanya pinggang dan punggungnya. Ketika sudah dingin dikembalikan lagi kepadanya, pada suatu hari yang perkiraan waktunya seribu tahun, sampai ditetapkan di antara hamba, dan ditunjukkan jalannya, mungkin ke surga, mungkin ke neraka”.

    Ketiga, hasil pertanian

    Zakat hasil pertanian merupakan salah satu jenis zakat maal, objeknya meliputi hasil tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang bernilai ekonomis seperti biji-bijian, umbi-umbian, sayur-mayur, tanaman hias, rumput-rumputan, dedaunan, dll.

    Keempat, buah-buahan

    Buah-buahan yang wajib keluarkan zakatnya ada dua: buah kurma dan buah anggur.

    Hal ini didasarkan pada Hadits riwayat Abu Dawud (1603) dari Utab bin Asid ra. ia berkata: Rasulullah saw. memerintahkan untuk menaksir buah anggur seperti menaksir buah kurma, dan dipungut zakatnya dalam bentuk zabib (kismis), sebagaimana zakat kurma dalam bentuk tamar (kurma kering).

    Pengertian menaksir di sini adalah: memperkirakan dari kurma basah (ruthob) menjadi kurma kering (tamar), sedang anggur dari buah basah menjadi kismis (zabib). (menjadi berapa persen dari ketika basah).

    Kelima, barang perdagangan

    Barang perdagangan yang wajib dikeluarkan zakatnya dengan syarat sebagaimana syarat zakat barang berharga.

    Asal usul kewajiban zakat barang perdagangan adalah firman Allah SWT: “Belanjakanlah sebagian harta hasil kerjamu yang baik” (Al-Baqarah ayat 267).

    Mujahid menyatakan: Ayat ini diturunkan dalam hal barang perdagangan. An Nisfie di dalam kitab Tafsirnya menyatakan: Di dalam ayat ini sebagai dalil tentang diwajibkannya zakat harta perdagangan.

    Hadits riwayat Abu Dawud (1562), dari Sammuroh bin Jundab ra. ia berkata: “Sesungguhnya Rasulullah saw. telah memerintahkan kita untuk mengeluarkan shodaqoh (zakat) dari harta yang kita perhitungkan sebagai perdagangan.”

     

    Loading...

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.