Beranda Fikih Syarat Wajib Zakat

Syarat Wajib Zakat

28
0

Pertama, Islam.

Hal ini didasarkan oleh intruksi dari Abu Bakar Shiddiq, “kewajiban zakat ini sebagaimana yang telah diwajibkan oleh Rasulullah kepada orang-orang Islam.” (HR Bukhari, Abu Daud, an An-Nasai, Al-Iqna, hal. 306)

Karena itu zakat tidak diwajibkan bagi orang kafir. Bagi orang Islam yang meninggalkan zakat, maka akan mendapat siksa di akhirat.

Demikian pula bagi orang yang murtad (keluar dari Islam), ketika ia masuk kembali dalam Islam, maka zakat-zakat yang ia tingalkan semasa murtad, wajib dikeluarkan.

Kedua, orang merdeka.

Saat ini tidak ada budak. Karena itu kewajiban zakat tidak ada pengecualian di dalam hal ini.

Selain dua syarat ini, ada keterangan lain disebutkan bahwa anak kecil dan orang gila pun wajib berzakat. Sebab dalil-dali Al-Qur’an maupun hadist tidak membedakan apakah pemiliknya baligh atau berakal

Ketiga, kepemilikan sempurna.

loading...

Artinya harta itu seutuhnya telah dimiliki. Karena itu ada beberapa pengecualian:

– Seorang pedagang belum dikenai zakat apabila barang itu belum sampai ke tangannya

– Barang yang dirampok atau dicuri orang, jika tidak dikembalikan, maka tidak wajib dizakati
– Barang yang sedang dijadikan jaminan hutang
– Harta wakaf juga tidak dizakati
– Harta yang diperoleh melalui cara-cara yang haram, seperti mencuri, merampas, memaniulasi, korupsi, riba, dan lain sebagainya.

Di dalam rujukan lain, ada tambahan keterangan, yaitu bahwa harta yang wajib dizakati adalh harta yang berkembang, baik secara sengaja atau memiliki potensi untuk berkembang. Misalnya rumah kontrakan, itu jelas harta yang sengaja dikembangka. Atau emas dan perak, meski tidak diapa-apakah tetap berkembang karena berlaku penambahan nilai pada tahun berikutnya.

Keempat, cukup nishab.

Bahwa harta tersebut mencukupi batas jumlah tertentu, sehingga wajib keluarkan zakatnya, di dalam kitab al Mishbahul Munir disebutkan bahwa Nishab adalah batasan yang jelas untuk diwajibkannya zakat. Penjelasan nishab akan disampaikan pada setiap jenis harta di tempatnya beserta dalil-dalilnya.

Kelima, genap satu tahun,

Berdasarkan sabda Rasulullah saw.: “Tidak ada kewajiban zakat atas harta, sampai genap satu tahun”, diriwayatkan oleh Abu Dawud (1573), artinya kepemilikannya sudah berjalan selama satu tahun Qomariyah (At-Tadzhib, hal. 90)

Meskipun ulama mutaqaddimin selalu menghitung zakat berdasarkan taun hijriyah, namun Muktamar Zakat Internasional 1 yang diselenggarakan di Kuwait pada 6 Mei 1984, telah mengeluarkan resolusi yang isinya antara lain: “Boleh saja zakat perusahaan zakatnya menggunakan taqwim syamsiyah (tahun fiskal masehi), dengan catatan harus memperhitungkan perbedaan hari antara keduanya.” (Fiqh dan Amaliah Zakat, hal. 90)

Keenam, tempat pengembalaan.

Yakni tempat pengembalaan hewan ternak di padang rumput yang mubah, baik setahun penuh atau lebih.

 

#KajianOnline #UstadzFathuri #BabZakat #Zakat #Ngajionline

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.