Alumni Bahrul Ulum Gelar Kelas Pemikiran KH Wahab Hasbullah
Loading...

ARRAHMAH.CO.ID

Tangerang Selatan,

 Himpunan Mahasiswa Alumni Bahrul Ulum Cabang Ibu Kota (HIMABI) mengadakan kegiatan Kelas Pemikiran Mbah Wahab (KPMW) atau KH Abdul Wahab Hasbullah selama empat bulan berturut-turut.

Kegiatan tersebut dipusatkan di markas besar HIMABI di Gang Jambu, Jalan WR Supratman, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan.

Loading...

Menurut panitia pelaksana, Khoirur Rifqi kelas pemikiran Mbah Wahab dibuat dalam bentuk diskusi yang mengkaji secara sistematis pemikiran KH Abdul Wahab Hasbullah dari berbagai sudut. Mulai dari aspek sejarah hidupnya, pemikiran  tentang islam, kebangsaan, keindonesiaan dan politik praktis.

“KPMW dilaksanakan delapan kali pertemuan. Pertemuan dilakukan intensif dua minggu sekali. Jadi total KPMW berjalan selama 4 bulan,” katanya, Kamis (20/9).

Lanjut Rifqi, kegiatan tersebut dimulai sejak tanggal 21 September-7 Desember 2018. Pengisi KPNW didatangkan langsung dari keluarga KH Abdul Wahab Hasbullah di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Hal ini guna menjaga keaslian dan kekautan materi yang disampaikan ke peserta.

Pemateri yang hadir antara lain akademisi Universitas Indonesia H M Tomy Lutvan dan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Yogyakarta H Shofiyyullah CHK. Selain itu ada juga Hj Hizbiyyah Rochim, Hj Mahfuddoh Aly Ubaid, A Safarudin, H Nabriz Aqda, Dr Helmi Hidayat, M Iqbal Firdaus, Ramzi Ahmad, Musthofa Hilmi, Abdul Taufiq, dan Rofiq Hudawy.

“Acaranya kita runtut sejak KH Abdul Wahab Hasbullah masih belum lahir hingga wafat. Acaranya buat umum dan gratis bagi siapa saja yang datang,” beber pemuda asal Kabupaten Mojokerto ini.

Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini membeberkan tujuan kegiatan ini untuk melestarikan dan mempromosikan pemikiran KH Abdul Wahab Hasbullah. Karena menurut Rifqi, sosok Mbah Wahab adalah pendiri dan penggerak Nahdlatul Ulama (NU) sejati. Kerjasamanya dengan KH Hasyim Asy’ari dan KH Bisri Syansuri membuat NU bisa melebarkan sayap ke seluruh nusantara. Bahkan ke luar negeri, termasuk Timur Tengah.

Salah satu pemikiran Mbah Wahab yang terkenal yaitu penolakannya rencana pengusuran Nabi Muhammad oleh Kerajaan Arab Saudi. 

Selain itu, ia juga menerima Pancasila sebagai dasar negara. Padahal saat itu banyak tokoh Islam yang menolak Pancasila. Sehingga saat itu, hubungan antara Mbah Wahab dan Soekarno sangat dekat. Pemikiran lainnya yaitu keluar dari Masyumi dan mendirikan Partai Nahdlatul Ulama.

“Tujuan dari KPMW adalah untuk melestarikan dan mempromosikan pemikiran-pemikiran Mbah Wahab. Dengan harapan agar santri Pesantren Bahrul Ulum khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya bisa meneladani dan meneruskan apa yang menjadi cita-cita Mbah Wahab untuk bangsa ini. Salah satunya, penyatuan antara agama dan nasionalisme,” ungkap Rifqi.

Oleh karenanya, menghadapi berbagai pergolakan bangsa akhir-akhir ini maka pemikiran Mbah Wahab bisa dipakai untuk rujukan. Sebagai pijakan dalam hidup bernegara dan berbangsa dengan tidak menghilangkan identitas Islamnya.

“Kiai Wahab sangat cinta Indonesia dan NU, apapun yang terjadi Kiai Wahab tidak pernah ingin pisah dari Indonesia. Tetap setia merawat dan mengawal Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Ini layak ditiru para pemuda saat ini, karena mendekati tahun politik,” pungkasnya. (Syarif Abdurrahman/Abdullah Alawi)

Artikel Ini Telah Dimuat: NU Online, Dengan Judul – Alumni Bahrul Ulum Gelar Kelas Pemikiran KH Wahab Hasbullah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.