ARRAHMAH.CO.ID  – UNINSA

Dalam acara tersebut juga diselenggarakan International Converence yang diberi nama Built Environment, Science and Technology – International Conference (BEST ICON 2018) dengan tema “Integrated Science and Technology towards Sustainable Built Environment”.

Ketua panitia Faruq Ibnul Haqi, M.RgnlUrbPlan menjelaskan untuk menghadapi revolusi industri 4.0 perlu menghadirkan pembicara kunci dari berbagai negara, seperti Prof. Takeshi Naganuma Hiroshima University Jepang, Prof. Toshifumi Sakaguchi dari Prefectural University of Hiroshima, Prof. Shuo-Yan Chou dari National Taiwan University, Taiwan. Asooc. Prof. Matthew W. Rofe dari University of South Australia dan Parada Hutauruk, PHd dari South Korea, serta Prof. Nicholas Gascoin dari Perancis.

Acara ini juga dalam rangkaian pertemuan tahunan Forum Dekan Saintek PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri –kampus negeri dibawah kemenag) se Indonesia. “Kebetulan tahun ini Fak Saintek UINSA yang jadi tuan rumah”, papar Yusuf Amrozi, M.MT Wakil Dekan Bid. Kerjasama dan Kemahasiswaan FST UINSA.

Pada hari H acara para delegasi Forum Dekan yang sudah ada 12 FST PTKIN yang siap hadir mulai FST UIN Arraniri Aceh hingga FST UIN Alauddin Makassar. Mereka adalah para dekan, wakil dekan serta ketua jurusan serta ketua Program Studi. Mereka akan bertemu dalam rangka kolaborasi untuk peningkatan mutu lulusan FST PTKIN dan product knowledge para dosen. Disamping itu juga akan dibahas integrasi keilmuan agama dan sains, yang nantinya dalam bentuk buku.

Seperti diketahui belakangan ini kementerian agama RI melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam RI mendorong dan memfasilitasi konversi IAIN menjadi UIN, yang didalamnya ada fakultas umum termasuk fakultas Sains dan Teknologi yang mempunyai distinsi integrasi keilmuan agama dengan keilmuan sain dan teknologi.

Total peserta keseluruhan baik kegiatan international seminar dan forum dekan sejumlah 120 orang. Antusiasme yang demikian itu karena proseding seminar akan di publish yang terindek scopus. Acara menjadi sangat antusias dengan berkenan hadirnya Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, yang memeberikan sambutan dan sekaligus membuka acara tersebut.

Risma ini menceritakan tentang suka duka menjadi wali kota Surabaya mulai dari penataan tata kota Surabaya, penanganan banjir, penutupan lokalisasi, sampai merawat para gelandangan, yatim & dhuafa di kota Surabaya.

Meski sempat sedih atas peristiwa pengeboman di Surabaya beberapa bulan yang lalu, Risma berharap Surabaya bangkit kembali. Walikota Surabaya ini juga berjanji akan mengeluarkan segala daya upaya, untuk membawa kota Surabaya menjadi lebih maju dan mampu bersaing dengan kota-kota besar di seluruh dunia.

Walikota sangat senang dengan diadakanya forum international conference ini di Surabaya, beliau juga berpesan selama kita bisa membuat inovasi sendiri, optimisme disertai dengan do’a-doa tidak ada yang tidak mungkin, karena Allah akan selalu bersama dengan orang-orang yang optimis. (AH).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.