Beranda News Nasional Jalani Sidang, Terdakwa Kasus Terorisme Bom Molotov di Polsek Cluring Mengaku Jihad...

Jalani Sidang, Terdakwa Kasus Terorisme Bom Molotov di Polsek Cluring Mengaku Jihad Ajak Amaliah Anak Gila

14
0
Hosting Unlimited Indonesia

ARRAHMAH.CO.ID – Terungkap dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, modus operandi terdakwa kasus terorisme, Rizal Muzaki alias Rizal alias Abdullah. Dari keterangan saksi pada sidang di R.Purwoto Ganda Subrata itu terungkap terdakwa mengajak anak tetangganya yang memiliki gangguan jiwa untuk amaliah.

Dalam sidang yang digelar Senin (17/9/2018) ini, terdakwa mengakui pelemparan bom molotov di Polsek Cluring dan Samsat Benculuk, Banyuwangi, Jawa Timur pada bulan Oktober 2016 ini sebagai jihad. Terdakwa berpendapat, bahwa jihad yang sebenarnya adalah jihad perang dan pelemparan bom molotov tersebut merupakan bagian dari jihad yang diperintahkan oleh petinggi ISIS.

Dia juga sempat mengibarkan bendera ISIS di sekitar tempat tinggalnya. Beberapa bulan kemudian, terdakwa melarikan diri ke Poso dengan alasan untuk mencari pekerjaan sampai akhirnya ditangkap oleh Densus 88 pada tanggal 11 Februari 2018.

“Saya ajak anak tetangga yang mengalami gangguan jiwa. Setelah menjalankan aksi, saya sempat jalan-jalan, lalu pulang ke rumah,” ujar terdakwa di hadapan majelis hakim yang diketuai Ida Ayu Puspa Adi, SH, dengan

hakim anggota, Rendra Rais, SH dan Muhammad Sirad, SH, serta panitera pengganti R. Indah Haryuni, SH.

Hosting Unlimited Indonesia

Terdakwa dalam keterangannya menginginkan hukum Islam berlaku di Indonesia. Keinginan itu muncul setelah terdakwa sering menonton video ISIS di Youtube. Lalu, terdakwa terobsesi untuk berbaiat kepada Al Baghdady dan melakukan amaliyah pelemparan bom molotov.

Adapun, terdakwa membeli bahan bom molotov (bensin, botol) dan bahan bendera ISIS (kain putih, cat, spidol hitam) menggunakan uang pribadi. Selanjutnya, proses pembuatan bom molotov dan bendera ISIS tersebut dilakukan seorang diri di rumahnya di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi.

“Saya mengagumi sosok Santoso, pimpinan tertinggi kelompok MIT dan bila memungkinkan ingin bergabung dengan kelompok tersebut,” katanya.

Pria penggemar grup rock Sex Pistol ini mengaku tidak menyesali perbuatannya dan dia belum mengetahui apakah dirinya akan kembali melakukan aksi amaliyah atau tidak. “Saya hanya berencana berjualan roti atau gorengan setelah menjalani masa hukumannya,” jelasnya.

Dalam sidang dengan Jaksa Penuntut Umum, Dwi, SH dan Ari Rahmat K, SH akan dilanjutkan dengan sidang tuntutan yang akan digelar tanggal 24 September mendatang. (IH/Iqbal)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.