Cemooh Kebijakan Kerajaan Arab Saudi Saat Khutbah, Imam Masjidil Haram Sheikh Saleh Al-Talib Ditahan

0 351

ARRAHMAH.CO.ID – Imam Masjidil Haram Sheikh Saleh Al-Talib Ditahan Kerajaan Arab Saudi setelah mengkritik kebijakan pemerintah yang dianggap tidak sesuai dengan pemahamannya.

Sheikh Saleh al-Talib dalam khutbahnya, mencemooh kebijakan pemerintah yang kekinian membolehkan kaum lelaki bercampur dengan perempuan di ruang-ruang publik.

Kelompok advokasi Prisoners of Conscience, seperti diberitakan Al Jazeera, Rabu (23/8/2018), mengungkapkan Saleh al-Talib ditangkap polisi pada Minggu (19/8) akhir pekan lalu.

Sementara media Khaleej Online melaporkan, Talib yang juga ulama fatwa Mekah itu dalam khotbahnya mencemooh kebijakan pemerintah yang mengizinkan kaum perempuan bercampur dengan lelaki di arena konser serta hiburan lainnya.

Meskipun tidak ada kritik langsung terhadap keluarga kerajaan Saudi dalam pidatonya, cemoohan Talib itu jelas menyasar kebijakan pemerintah dalam beberapa bulan terakhir yang melonggarkan ketentuan hukum Islam mengenai kehadiran perempuan di acara-acara publik.

Beberapa jam setelah penangkapannya, kedua akun media sosial sang imam dinonaktifkan. Yahya Assiri, aktivis HAM Saudi yang berbasis di Inggris, mengatakan “Kerajaan Saudi kini memantau setiap tokoh berpengaruh yang melancarkan kritik.”

“🔴 We confirm the arrest of the Imam of Haram Sheikh Dr. Saleh al Taleb, and it is said that the reason for the arrest is a speech about the doing evil and the duty in Islam to deny that in public!” tulis akun Prisoners of Conscie, @m3takl_en.

“Bahkan mereka yang tetap diam atau berjanji setia kepada negara, tidak aman.”

Untuk diketahui, sejak Mohammed bin Salman menjadi Putra Mahkota Kerjaaan Saudi pada Juni 2017, puluhan imam, aktivis hak-hak perempuan dan anggota keluarga kerajaan ditahan.

Sejumlah pengkhotbah beken yang ditahan ialah Salman al-Awdah, Awad al-Qarni, Farhan al-Malki, Mostafa Hassan dan Safar al-Hawali.

Al-Awdah dan al-Qarni, yang memiliki jutaan pengikut di media sosial, ditangkap September lalu dan dituduh memiliki hubungan dengan Ikhwanul Muslimin—kelompok yang masuk daftar teroris. (Suara.com/Iqbal)

80%
Awesome
  • Artikel Ini Menarik? Beri Rating

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...